Dia menambahkan, saat ini Disparbud Kota Bogor telah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan General Manager Hotel (HGMA), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), hingga para influencer dan event organizer (EO) di Kota Bogor.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran 50 Persen, Dedie Rachim Ingatkan Dampaknya pada Ekonomi Lokal
"Kita manfaatkan promosi digital, kolaborasi event, hingga pengemasan paket wisata bersama EO dan ASITA. Kita juga punya banyak balai penelitian yang bisa dioptimalkan menjadi peluang kolaborasi untuk menarik segmen wisata edukatif," bebernya.
Ice menambahkan, bahwa saat ini beberapa hotel memang sudah melakukan penyesuaian operasional, termasuk pemberlakuan sistem shift bagi pegawai harian.
Namun, ia berharap dengan adanya inovasi, kolaborasi, dan kreativitas, dampak negatif ini tidak akan semakin meluas.
"Pemkot Bogor sangat mendorong semua mitra kerja untuk terus berinovasi, kreatif, dan kolaboratif, untuk menyikapi kebijakan efisiensi tersebut,” tutup dia.
Comment