BOGOR, CEKLISSATU — Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyoroti kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Dedie Rachim mengatakan, efisiensi anggaran tersebut harus mempertimbangkan dampak ekonomi bagi daerah.
Dia menambahkan, efisiensi anggaran tersebut terutama terkait perjalanan dinas, tentu akan berdampak pada sektor perhotelan, restoran, kafe, dan hiburan di Kota Bogor masih sangat bergantung pada kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat.
Baca Juga: Sektor Hotel Tertekan Efisiensi Anggaran, PHRI Kota Bogor Bakal Lakukan Ini
"Ya tentu gini, kita memberikan pesan juga kepada pemerintah pusat bahwa kita memang masih tergantung dari kegiatan pemerintah pusat. Jadi yang namanya Horeca ini kalau bukan karena kedatangan para ASN berkegiatan di Kota Bogor untuk training, kemudian untuk bimtek, untuk yang lain-lain, tentu keberadaan mereka kan terbatas hanya untuk urusan kepariwisataan maupun sosial," ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa meskipun efisiensi anggaran diperlukan, perjalanan dinas tetap harus diberikan ruang agar dapat memberikan kontribusi bagi daerah.
Menurutnya, keberlanjutan ekonomi antarprovinsi di Indonesia mirip dengan konsep Uni Eropa, di mana setiap daerah saling menopang.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran, PHRI Bogor Sebut Pendapatan Daerah Bisa Menurun
"Mengimbau tentu efisiensi anggaran itu betul-betul kena kepada hal-hal yang istilahnya kemahalan ya, biaya-biaya kemahalannya lah dikurangin. Tetapi perjalanan dinas dalam konteks kepentingan untuk saling berkomunikasi, saling belajar, saling dukung-mendukung, saya pikir ini harus tetap bisa menjadi kekuatan bangsa kita untuk saling tujuan, menghormati, membantu," jelasnya.
Comment