JAKARTA, CEKLISSATU – Program makan siang gratis milik Paslon Capres-Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang diwacanakan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dikritik Anggota DPR Fraksi PKS, Fahmy Alaydroes.
Fahmy Alaydroes meminta rencana program tersebut memakai dana BOS diurungkan.
DPR sebagai pengawas kebijakan pemerintah diwanti-wanti memerhatikan agar jangan sampai dana BOS digunakan untuk membiayai makan siang gratis.
"Amanah 20 persen biaya pendidikan itu benar-benar harus dijalankan sepenuhnya dikaitkan langsung untuk meningkatkan mutu pendidikan," ucap Fahmy Alaydroes saat interupsi dalam rapat paripurna ke-13 DPR, Selasa (5/3/2024).
Baca Juga : Tiga Ketum Parpol Koalisi Perubahan Bertemu Anies Baswedan, Surya Paloh: Banyak Pembahasannya
"Oleh karena itu kami sampaikan protes atas atau kritik jangan sampai janji-janji kampanye yang terkait dengan makan siang gratis itu menggerus dan mengganggu atau mengatakan program BOS yang terkait dengan upaya kita meningkatkan mutu pendidikan," tegasnya.
Fahmy Alaydroes juga mengingatkan pemerintah bahwa saat ini belum ada presiden dan wapres terpilih.
Maka itu, ia menilai, tidak pantas apabila pemerintah menyosialisasikan atau mensimulasikan program makan siang gratis ke masyarakat.
"Makan siang gratis yang merupakan program janji dari capres cawapres di periode kampanye kemarin, sesungguhnya belum layak untuk diperbincangkan apalagi kemudian terdengar wacana bahwa program tersebut akan menggunakan program BOS," terangnya.
Politikus PKS ini mengaku tidak bisa menahan diri untuk mengkritik pemerintah soal wacana dana BOS untuk membiayai program makan siang gratis.
Fahmy menilai, wacana tersebut juga sudah mulai membuat tenaga pendidik gelisah.
"Teman-teman tenaga pendidik, teman-teman guru, mereka gelisah, mereka khawatir kemudian dana tersebut tergerus dan akhirnya yang sebagian dari dana BOS itu dipergunakan untuk menunjang honor mereka mereka akan mendapatkan atau mengalami kerugian," ucap Fahmy Alaydroes.
"Jadi saya mohon mudah-mudahan ini menjadi perhatian kita DPR RI untuk terus mengawasi jangan sampai anggaran pendidikan yang sangat-sangat diperlukan itu kemudian terganggu dengan wacana wacana yang sangat tidak relevan dengan peningkatan mutu pendidikan," pungkas Fahmy Alaydroes.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meminta publik bersabar menunggu kepastian mengenai sumber anggaran program makan siang gratis.
Hal ini disampaikan Deputi I Kemenko PMK Nunung Nuryantoro merespons wacana dana BOS digunakan untuk membiayai program makan siang gratis.
"Saya kira sabar, kita juga masih belum lihat seperti apa programnya, memang masih harus dirumuskan," tutur Nunung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (4/3/2024).
Selain itu, Nunung pun mengaku belum mendapatkan informasi detil mengenai wacana mengalokasikan dana BOS untuk program makan siang gratis.
Comment