BOGOR, CEKLISSATU – Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor, menyebut partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kota Bogor 2024 mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan Pilpres sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Bawaslu Kota Bogor, angka partisipasi hanya mencapai 63%, jauh di bawah Pilpres yang mampu mencapai 81-82%.
Komisioner Bawaslu Kota Bogor, Ahmad Fathoni menyebutkan, bahwa penurunan sekitar 17% tersebut menjadi perhatian serius pihaknya.
Baca Juga : Soal DKPP Berhentikan Ketua KPU Jawa Barat dari Jabatannya, Pengamat Politik Yusfitriadi Bilang Begini
“Tentunya ini akan menjadi pencermatan kita kenapa bisa seperti ini. Dibandingkan dengan Pilpres, penurunan ini sangat signifikan,” ujarnya.
Fathoni menambahkan, Bawaslu akan menganalisis berbagai faktor penyebab penurunan partisipasi, termasuk efektivitas sosialisasi yang dilakukan, pola strategi yang diterapkan, hingga kemungkinan pengaruh faktor psikologis pemilih.
“Apakah ada hubungannya dengan sosialisasi yang kurang maksimal, pola strategi, atau ada faktor lain seperti psikologi pemilih, itu semua akan kami analisa,” jelasnya.
Baca Juga : Kapolres Bogor Bakal Ambil Tindak Tegas Terhadap Oknum Polisi yang Tewaskan Ibu Kandungnya di Cileungsi
Ia juga menyebutkan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Bogor mencapai 815 ribu jiwa. Dengan angka partisipasi 63%, berarti hanya sekitar 600 ribu pemilih yang berpartisipasi dalam Pilkada kali ini.
Menurut Fathoni, kajian ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor.
“Penurunan ini berkaitan dengan kapasitas Desk Pilkada yang menjadi jejaring koordinasi dengan lembaga pemilu seperti KPU dan Bawaslu. Optimalisasi mereka sangat diharapkan,” katanya.
Baca Juga : 1 Pekerja Bangunan Tertimbun Longsor di Bogor Selatan
Bawaslu akan terus mendalami kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu mendatang.
(Febrian Batara Aditya Rahman)
Comment