BOGOR, CEKLISSATU - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bogor menjadi partai ke-13 yang mendaftarkan pengajuan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor.

Kedatangan partai bernomor urut 17 di Pemilu 2024 ini, disambut hangat oleh KPU Kota Bogor di Jalan Senam No. 12, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Penyerahan berkas bacaleg dilakukan Ketua DPC PPP Kota Bogor, Zaenul Mutaqin.

Baca Juga : Tornado Sapu 2 Kota di Texas, 1 Orang Tewas 10 Luka-luka

ZM sapaan akrabnya mengatakan bahwa pihaknya secara lengkap telah menyerahkan berkas 50 nama bacaleg ke KPU, termasuk keterwakilan 30 persen dari perempuan sudah terpenuhi. 

"Komposisi bacaleg PPP Kota Bogor hampir 60 persen pengurus dari struktur dan 40 persen dari eksternal. Secara usia 40 persen lebih didominasi oleh usia muda atau milenial tahun 2000an, 60 persen usia diatas 35 tahun," ucapnya kepada awak media pada Minggu, 14 Mei 2023.

Terkait target perolehan kursi PPP di gedung parlemen, ZM mengaku pihaknya tidak mau berangan-angan, yakni menargetkan minimal 7-8 kursi. Hal itu, masih kata ZM, merupakan target yang realistis sebab PPP sudah menjadi peserta pemilu kurang lebih 10 kali.

"Jadi kami punya data pemetaan dari semua dapil se-Kota Bogor. Ketika kami menetapkan target harus realistis, jangan terlalu berangan-angan. Setelah kami bedah dapil, hitung-hitungan target realistis minimal 7-8 kursi karena dari semenjak orde reformasi, PPP sempat mengalami penurunan dan kenaikan jumlah kursi di Kota Bogor," ungkapnya.

Disinggung soal strategi pemenangan PPP di Kota Bogor, ZM menyebut bahwa semua partai politik (parpol) pastinya memiliki strategi masing-masing termasuk PPP, karena tidak mungkin PPP menargetkan 7-8 kursi jika tidak menyiapkan strategi-strategi di Pemilu 2024.

Kendati demikian, ZM belum bisa memaparkan strateginya lantaran dirinya harus terus mengupdate kaitan dengan perkembangan-perkembangan terkini.  "Artinya, kita harus update terus, belum tahu apakah nanti ada peraturan atau tidak yang bisa mengubah rencana yang kita jalankan, jika ada aturan baru dan perubahan tentunya strategi pemenangan kita di masing-masing dapil juga harus berubah meskipun tidak mengubah secara signifikan," katanya.