BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Partai Golkar Jawa Barat menegaskan kesiapannya menghadapi Pilkada 2029 dengan menyiapkan kader terbaik untuk maju sebagai calon gubernur. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Golkar Jabar dalam memperkuat posisi politik di tingkat provinsi sekaligus memperluas peran partai dalam pemerintahan daerah.

Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat, MQ Iswara menyatakan, bahwa keinginan tersebut merupakan hal yang wajar bagi partai politik. 

Baca Juga: RUU Penyiaran Dinilai Tak Relevan, DPR Usul Pisahkan Aturan untuk OTT dan TV Konvensional

Menurutnya, setiap partai tentu memiliki harapan agar kadernya bisa menempati posisi strategis dalam pemerintahan.

"Kalau di level provinsi, partai ingin kadernya menjadi kepala daerah, itu sah-sah saja. Semua partai politik punya keinginan yang sama, hanya cara dan strateginya yang berbeda," kata Iswara usai memperingati HUT ke 61 Golkar di Bandung, Senin (20/10/2025).

Iswara mengatakan, Golkar Jabar akan mulai merumuskan langkah serta strategi politik menghadapi momentum lima tahun ke depan. 

Baca Juga: Bagikan 2 Gerobak Sampah, Juhana Ajak Warga Bogor Pilah Sampah dari Rumah

Ia juga menekankan bahwa dunia politik bersifat sangat dinamis, sehingga partai perlu fleksibel dalam menyusun langkah dan kebijakan.

"Memiliki target politik adalah sebuah keharusan bagi partai yang ingin terus berkembang dan berperan besar dalam pembangunan daerah," tegasnya.

Iswara menyebut, HUT Partai Golkar tahun ini menjadi ajang konsolidasi partai menuju Pemilu 2029 mendatang. 

Baca Juga: Reses Masa Sidang Pertama, Desy Yanthi Utami Serap Aspirasi Warga Kampung Muara 

Menurutnya, jika diasumsikan Pemilu Legislatif itu akan digelar pada tahun 2029 mendatang, Partai Golkar sudah siap untuk menghadapi dan menjadi pemenang pemilu ke depan di Jawa Barat.

Sementara itu, diketahui saat Ini Golkar dan Gerinda bersama-sama sebagai partai pemenang yang telah berhasil mengantarkan  Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jabar dan Erwan dari Golkar sebagai wakilnya. 

Jika Golkar mencalonkan kadernya maju sebagai calon Gubenur, maka secara otomatis tidak aka  selayar lagi dengan Dedi Mulyadi.