JAKARTA, CEKLISSATU — Partai Gerindra memastikan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) diundur pada 13 Agustus 2022, dari rencana semula 30 Juli. 

Ketua DPP Partai Gerindra Heri Gunawan menjelaskan mundurnya pelaksanaan rapimnas karena masalah teknis. 

Namun agenda Rapimnas masih tak berubah yaitu meminta jawaban Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi calon presiden (capres) pada Pemilu 2024 dan deklarasi koalisi. 

Menurutnya kader Partai Gerindra mulai DPP hingga Ranting, organisasi sayap hingga para simpatisan di seluruh Indonesia sudah menantikan Rapimnas ini. Mereka tidak sabar menunggu jawaban kesediaan Prabowo karena kader 100% solid mendukung Prabowo sebagai capres. 

"Suara arus bawah menghendaki Pak Prabowo menjadi Calon Presiden 2024. Tidak ada nama lain. Kami solid seratus persen mendukung Pak Prabowo," Kata Heri Gunawan dalam keterangan persnya, dikutip Minggu 31 Juli 2022.

Menurut Hergun, kesediaan Prabowo menjadi capres pada 2024 merupakan awal kemenangan rakyat dan demokrasi. Para kader bersama-sama dengan rakyat akan berjuang secara militan untuk mewujudkan Prabowo sebagai Presiden Indonesia melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi.

Baca Juga : Deklarasi Prabowo Capres Digelar Saat Rapimnas 13 Agustus

"Kesediaan beliau akan menjadi kekuatan dan energi positif bagi seluruh kader dalam berjuang menyukseskan pemilu 2024 yang akan datang. Seluruh kader berkomitmen untuk bersatu padu, bergotong royong, bekerja sama dan menjaga kekompakan dan kerukunan, tegak lurus untuk Indonesia Raya," katanya. 

Hergun memastikan para kader tegak lurus satu komando mengikuti arahan pimpinan. Dan pada prinsipnya, para kader siap memenuhi, memeriahkan, dan menyukseskan penyelenggaraan Rapimnas dalam rangka mendengar kesediaan Prabowo menjadi Capres 2024 dan pengumuman koalisi. 

"Selain hadir fisik, para kader di seluruh Indonesia juga siap mengikuti siaran langsung Rapimnas baik melalui televisi maupun Youtube. Hal tersebut mengingat keterbatasan Sentul International Convention Centre (SICC) sebagai tempat penyelenggaraan Rapimnas," imbuhnya. 

Anggota Komisi XI DPR ini menjelaskan, kebulatan tekad para kader Gerindra mencalonkan Prabowo didasarkan pada keinginan mayoritas rakyat Indonesia. Hal itu ditunjukkan melalui hasil survei sejak 2020 dan suara masyarakat di tingkat akar rumput.

"Para kader di berbagai pelosok Indonesia, selalu mendengar dan menerima aspirasi rakyat yang ingin dipimpin oleh Pak Prabowo pada 2024 mendatang. Anggota DPR maupun DPRD tiap kali reses dan kunjungan dapil selalu menerima aspirasi tersebut. Itu bukan rekayasa, namun murni suara hati rakyat," tambahnya.