Sebagai lulusan universitas terbaik bangsa, wisudawan UI diharapkan dapat membawa triad kompetensi, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipadukan menjadi karakter unggul berbasis budaya.
 
“Saat ini, 73 persen situs warisan dunia terancam bahaya iklim dan 21 persen di antaranya menghadapi risiko ganda. Di masa pandemi, museum misalnya kehilangan 70 persen pengunjung dan penurunan hampir 60 persen pendapatan," ujarnya. 

"Data ini mengingatkan bahwa keberlanjutan budaya sebagai ruang masa depan hanya bisa dihidupkan oleh energi muda melalui solusi yang relevan terhadap perubahan zaman dan budaya di era ini hanya akan berdaya bila dikemas dengan teknologi, dipadukan dengan etika, dan diarahkan kepada kemaslahatan," bebernya.

Baca Juga: Tanam Pohon, Tanam Harapan: BEM FISIP UNIDA Ajak Siswa Madrasah Tarbiyatul Falah Cinta Lingkungan
 
Untuk itu, ia berharap generasi muda, khususnya para wisudawan UI, memiliki karakter yang kritis dan reflektif; adaptif terhadap teknologi, namun tetap berakar pada kearifan lokal; kolaboratif dan inklusif; sadar ekologis dan sosial; beridentitas nasional yang kuat, namun terbuka kepada dunia; serta kreatif dalam memanfaatkan budaya sebagai basis inovasi.