KOTA DEPOK, CEKLISSATU.COM -- Universitas Indonesia (UI) mengadakan Wisuda dan Penyambutan Mahasiswa Baru UI Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025, pada 11–13 September 2025, di Balairung UI Kampus Depok. 

Giat wisuda dibagi dalam lima sesi yang diikuti wisudawan dari Program Pendidikan Vokasi, Program Sarjana, dan Program Pascasarjana. 

Tahun ini, total lulusan UI sebanyak 9.817 yang berasal dari Program Pendidikan Vokasi, Program Sarjana, dan Program Pascasarjana. Kemudian 3.945 lulusan berpredikat cumlaude dan 386 berpredikat Summa Cumlaude.
 
Sesi 1 diikuti wisudawan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keperawatan, dan Fakultas Farmasi. Sesi 2 terdiri atas wisudawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. 

Baca Juga: Mahasiswa Farmasi UI Berdayakan Masyarakat untuk Cegah ISPA di Desa Cipinang Rumpin Bogor

Sesi 3 wisuda diikuti oleh lulusan Fakultas Teknik dan Fakultas Psikologi, sedangkan Sesi 4 diikuti oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer, dan Fakultas Ilmu Administrasi. 

Sementara untuk sesi penutup, acara wisuda diikuti oleh Program Pendidikan Vokasi; Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; Sekolah Kajian Stratejik dan Global; dan Sekolah Ilmu Lingkungan.

“Di format wisuda sebelumnya, wisudawan ditempatkan di area tengah, sementara orang tua di luar Balairung. Kondisi demikian membuat orang tua yang duduk di luar kurang dapat menikmati acara wisuda,” ucap Rektor UI, Prof Heri Hermansyah dalam keterangan resminya.
 
Dalam rangkaian wisuda yang berlangsung selama tiga hari, UI menghadirkan graduation speech yang disampaikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Periode 2004–2009 dan 2014–2019, Jusuf Kalla pada Sesi 1, serta Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Sesi 4. 

Baca Juga: Tim DOSPULKAM Ekowisata IPB University Ajak Siswa SLB Negeri Ungaran Bermain Sambil Belajar dengan Papan “PELUK”

Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK menyampaikan dua hal penting yang menjadi modal utama untuk menjawab tantangan dunia, sementara itu Fadli Zon memaparkan peran penting budaya sebagai pemersatu bangsa.


 Jusuf Kalla mengatakan bahwa lulusan UI harus mampu membantu menyelesaikan permasalahan bangsa. 

“Dalam pengalaman sejarah tahun 1966 dan 1998 pada saat krisis, mahasiswa UI mempunyai peranan yang sangat luar biasa dalam menghadapi permasalahan bangsa," ucap Jusuf Kala.

"Setelah itu, para dosen dan lulusan UI memberikan solusi-solusi yang terbaik untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Maka, pola ini harus diikuti. Sebagai alumni UI, kita harus mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi Indonesia,” lanjut Jusuf Kalla.

Baca Juga: Mahasiswa UI Raih Juara 1 dan 2 Dalam Astrazeneca Project Idea 2025 Tingkat Nasional
 
Menurutnya, pendidikan memberikan dua hal, yakni kemampuan berpikir sesuai dengan bidangnya dan kemampuan untuk menjalankan tugas. Dengan bekal yang diperoleh selama kuliah, para lulusan harus mampu menjawab tantangan di dunia nyata dengan menciptakan kemandirian melalui kerja keras. 

Untuk itu, Jusuf Kalla berpesan kepada seluruh wisudawan yang hadir agar memilih pekerjaan yang baik atau menciptakan pekerjaan yang membuka peluang kerja bagi banyak orang.
 
“Semangat dan kemampuan berinovasi adalah modal utama untuk menjawab berbagai tantangan. Dalam dunia kerja, kadang-kadang kita tidak bergantung pada pengetahuan saja, tetapi juga pada logika yang dimiliki," tuturnya. 

"Contohnya adalah Chairul Tanjung, Alumni Fakultas Kedokteran Gigi UI, yang memilih menjadi pengusaha sukses. Ia menggunakan logika dan keilmuan yang dimiliki untuk berkembang,” kata Jusuf Kalla.

Baca Juga: Studium Generale PKKMB dan Makrab Jadi Pembuka Perkuliahan STIE Hidayatullah Tahun 2025
 
Sementara itu, Fadli Zon menyebut bahwa wisudawan adalah tumpuan yang akan menentukan bagaimana budaya bangsa dikelola dalam menghadapi disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan dinamika global. 

Sebagai lulusan universitas terbaik bangsa, wisudawan UI diharapkan dapat membawa triad kompetensi, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipadukan menjadi karakter unggul berbasis budaya.
 
“Saat ini, 73 persen situs warisan dunia terancam bahaya iklim dan 21 persen di antaranya menghadapi risiko ganda. Di masa pandemi, museum misalnya kehilangan 70 persen pengunjung dan penurunan hampir 60 persen pendapatan," ujarnya. 

"Data ini mengingatkan bahwa keberlanjutan budaya sebagai ruang masa depan hanya bisa dihidupkan oleh energi muda melalui solusi yang relevan terhadap perubahan zaman dan budaya di era ini hanya akan berdaya bila dikemas dengan teknologi, dipadukan dengan etika, dan diarahkan kepada kemaslahatan," bebernya.

Baca Juga: Tanam Pohon, Tanam Harapan: BEM FISIP UNIDA Ajak Siswa Madrasah Tarbiyatul Falah Cinta Lingkungan
 
Untuk itu, ia berharap generasi muda, khususnya para wisudawan UI, memiliki karakter yang kritis dan reflektif; adaptif terhadap teknologi, namun tetap berakar pada kearifan lokal; kolaboratif dan inklusif; sadar ekologis dan sosial; beridentitas nasional yang kuat, namun terbuka kepada dunia; serta kreatif dalam memanfaatkan budaya sebagai basis inovasi.