“Kali ini kami (menyelenggarakan acara Bulan Literasi PBK) di kampus karena kami yakin edukasi ini dimulai dari kampus. Jadi, kami yakin di sini dengan bekerja sama dengan para mahasiswa untuk terus mengedukasi dan memberikan literasi,” jelas Tirta.
Bulan Literasi PBK dilaksanakan sebagai upaya mendorong literasi dan partisipasi masyarakat guna meningkatkan transaksi yang aman dan nyaman, sekaligus mengurangi potensi aduan dan permasalahan di bidang perdagangan berjangka komoditi.
Tirta menambahkan Bulan Literasi PBK 2025 menargetkan sebanyak 1,5 juta peserta melalui seminar, talkshow, podcast, serta edukasi kampus.
Dia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami industri PBK, maka akan semakin kuat kontribusi terhadap ekonomi nasional.
Berdasarkan catatan Bappebti, volume transaksi PBK periode Januari-Juli 2025 mencapai 8,18 juta lot, meningkat 5,4 persen dibandingkan periode serupa di tahun 2024 yang sebesar 7,76 juta lot.
Jumlah nasabah aktif pada Juli 2025 pun turut mengalami kenaikan 13,3 persen, hingga mencapai 125 ribu nasabah, dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 110,3 ribu nasabah. Data tersebut menunjukkan peluang besar pengembangan pasar PBK dalam negeri.
Melalui Bulan Literasi PBK 2025, Bappebti berharap nilai transaksi PBK dapat melampaui realisasi transaksi sepanjang tahun 2024 senilai Rp33.214,89 triliun.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo), Zulfan Syaiful Bahri menjelaskan kegiatan Bulan Literasi PBK diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait mekanisme industri PBK secara baik dan benar, serta menyeluruh ke pelosok Indonesia.
Rangkaian kegiatan Bulan Literasi PBK 2025, yang mengusung tema “Generasi Emas Cakap PBK: Pahami Risiko dan Peluang”, menjangkau 11 kota besar di Indonesia.
Melalui agenda tersebut, Bappebti berkomitmen memperluas pemahaman publik, meningkatkan kepercayaan, serta membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan industry PBK di Tanah Air.
Comment