KOTA DEPOK, CEKLISSATU.COM -- Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), bersama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) mendorong mahasiswa sebagai generasi muda lebih cakap terhadap Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dengan memahami lebih dalam risiko dan peluang.
Dalam acara pembukaan Bulan Literasi PBK 2025 di Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bappebti dan UI oleh Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya, Direktur Pengembangan Kerja Sama, Komersialisasi Aset, dan Kawasan Terpadu UI Winny Hanifiati Warouw, dan Dekan FEB UI Yulianti Abbas.
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso menjelaskan pentingnya peningkatan literasi PBK agar masyarakat dapat memahami peluang dan risiko dalam bertransaksi hingga merasakan manfaat efektifnya untuk mempercepat pertumbuhan perdagangan dan ekonomi digital Indonesia.
Baca Juga: Ekowisata Indonesia Tertinggal, Guru Besar IPB Tawarkan Academic Reengineering
Budi, yang bergabung secara daring dalam acara tersebut, mengatakan PBK menyediakan instrumen penting, baik untuk lindung nilai (hedging), pembentukan harga (price discovery), maupun diversifikasi investasi bagi masyarakat.
Dia pun berharap kontribusi PBK dapat membuka peluang pasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital melalui akses perdagangan di sektor agrikultur, energi, dan komoditas unggulan Indonesia.
PBK merupakan industri high risk high return, sehingga generasi muda dan mahasiswa perlu mendapat bekal pemahaman optimal melalui kegiatan literasi, adaptif, inovatif, serta kompetitif.
Baca Juga: Rumah Belajar Teknik 2025, Kolaborasi 12 Departemen Teknik Undip Hidupkan Semangat Belajar Anak Desa
“Sinergi antara Pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi sangat penting untuk mencetak generasi emas yang cakap PBK melalui penguatan literasi," terangnya dalam keterangan resminya.
Comment