SNT juga tidak ingin hanya mengejar prestasi akademik. Pengembangan bakat dan karakter siswa menjadi bagian penting dari program pendidikan.

Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan enam kegiatan ekstrakurikuler, yakni Pramuka, pencak silat, coding dan artificial intelligence (AI), robotik, paduan suara, serta Paskibraka.

Ke depan, pemerintah menargetkan tersedia sedikitnya 15 pilihan ekstrakurikuler.

Bahasa Inggris juga menjadi salah satu kemampuan yang mendapat perhatian khusus.

Abdul Mu'ti menyebut Pramuka dan pencak silat menjadi kegiatan yang mendapat perhatian karena keduanya telah mendapatkan pengakuan UNESCO.

MPLS SNT Bukan Sekadar Seremonial

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SNT juga dirancang lebih komprehensif.

Siswa tidak hanya dikenalkan dengan gedung dan lingkungan sekolah, tetapi juga mata pelajaran, guru, kepala sekolah, program pendidikan, bahan ajar hingga sistem Learning Management System (LMS).

MPLS juga menjadi momentum untuk menggali bakat peserta didik melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Selain itu, siswa akan mendapatkan penguatan karakter serta diperkenalkan dengan konsep sekolah yang aman, ramah dan nyaman bagi anak.

Konsep tersebut mengacu pada Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2024 tentang Budaya Sekolah Aman dan Ramah Anak.

Bukan Lagi Satu Kecamatan, Tapi Satu Kabupaten/Kota

Abdul Mu'ti juga meluruskan informasi mengenai lokasi pembangunan SNT.

Baca Juga: Kekurangan Kepala Sekolah SD di Kabupaten Bogor Melonjak, Capai 280 Sekolah

Jika sebelumnya program ini disebut akan dibangun di setiap kecamatan, arahan terbaru Presiden menetapkan konsep berbeda.

SNT akan diarahkan menjadi satu sekolah di setiap kabupaten/kota.

Untuk saat ini, jenjang yang menjadi fokus adalah SMP dan SMA. Sekolah tersebut juga tidak menggunakan sistem asrama.

Konsep ini memungkinkan siswa tetap bersekolah tanpa harus meninggalkan daerah asal dan tinggal jauh dari keluarga.

17 SMP Mulai Dibuka, Tak Semua Gedung Baru

Dirjen PAUD Dasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan, pada 2026 terdapat 17 SMP SNT yang mulai dibuka.

Dari jumlah tersebut, enam sekolah akan memanfaatkan fasilitas Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik kementerian.