BOGOR, CEKLISSATU– Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor mengungkapkan jumlah Sekolah Dasar (SD) yang belum memiliki kepala sekolah definitif terus meningkat. Saat ini, tercatat sebanyak 280 SD mengalami kekosongan jabatan kepala sekolah akibat banyaknya pejabat yang memasuki masa pensiun.

Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kabupaten Bogor, Susilawati, mengatakan lonjakan jumlah sekolah tanpa kepala sekolah definitif terjadi karena jumlah kepala sekolah yang pensiun tidak sebanding dengan jumlah pengangkatan kepala sekolah baru.

"Naik terus karena pensiunnya banyak, yang diangkat sedikit," ujar Susilawati saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, kekosongan kepala sekolah tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bogor. Kecamatan Jonggol dan Jasinga menjadi daerah dengan jumlah kekosongan terbanyak, masing-masing mencapai lebih dari 10 sekolah. Sementara di sebagian besar kecamatan lainnya terdapat sekitar lima hingga delapan sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif.

Baca Juga: Hari Pertama MPLS di SMPN 18, Dedie Rachim Ajak Pelajar Peduli Lingkungan Lewat Penanaman Pohon

Di Kecamatan Cibinong sendiri, terdapat sekitar lima SD yang mengalami kekosongan kepala sekolah. Salah satunya adalah SDN Cipayung 1. Meski demikian, operasional sekolah tetap berjalan karena telah ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah.

"Harus ada PLT. Nanti kan harus ada yang bertanggung jawab," jelasnya.

Tak hanya persoalan kepala sekolah, Disdik Kabupaten Bogor juga masih menghadapi tantangan pemenuhan tenaga pendidik. Susilawati mengakui kebutuhan guru di sejumlah sekolah belum sepenuhnya terpenuhi, terutama setelah adanya moratorium pengangkatan guru pada 2023.

Menurutnya, meski pemerintah telah mengangkat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), jumlahnya masih belum mampu menutupi seluruh kebutuhan guru di sekolah-sekolah.