“Fokusnya memang untuk murid yang punya kemampuan di atas rata-rata, baik secara akademik maupun nonakademik,” kata Abdul Mu'ti.

Bahkan, sejumlah siswa yang lolos seleksi SNT diketahui sebelumnya telah diterima di sekolah lain. Namun, mereka kemudian mengikuti proses seleksi SNT sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah.

1.800 Calon Guru Berebut Posisi

Tak hanya siswa, seleksi ketat juga diterapkan terhadap tenaga pendidik.

Abdul Mu'ti menyebut terdapat sekitar 1.800 calon guru yang mengikuti proses seleksi untuk mengisi kebutuhan tenaga pendidik di SNT.

Guru yang dipilih berasal dari tenaga pendidik yang sudah memiliki pengalaman dan dinilai mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan SNT. Sejumlah kepala sekolah berpengalaman juga masuk dalam proses seleksi.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar label sekolah unggulan, tetapi juga ingin memastikan kualitas sumber daya manusia yang berada di dalamnya.

Baca Juga: Ajak Pelajar Cileungsi Jauhi Tawuran dan Narkoba, Jaro Ade Pastikan Sarana Pendidikan Jadi Perhatian Pemkab Bogor

Gratis, Dapat Beasiswa hingga Peluang Kuliah ke Luar Negeri

SNT juga dirancang sebagai sekolah yang memberikan akses pendidikan tanpa membebani peserta didik.

Selama bersekolah, siswa mendapatkan pendidikan gratis dan beasiswa penuh, termasuk dukungan terhadap sarana dan prasarana pendidikan.

Lulusan SNT nantinya ditargetkan memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Khusus siswa SMP, konsep integrasi memungkinkan mereka melanjutkan pendidikan ke SMA SNT tanpa mengikuti seleksi ulang.

“Karena terintegrasi, dia otomatis bisa diterima di SMA. Jadi tidak pakai seleksi lagi. Makanya kita sebut terintegrasi,” jelas Abdul Mu'ti.

Coding, AI hingga Robotik Jadi Andalan