“Kita usahakan jangan terlalu mahal. Kalau terlalu mahal susah jualnya,” ucapnya.

Meski Piala Dunia selalu memiliki pasar tersendiri, penjualan menurutnya tetap bergantung pada tim favorit pembeli. Namun kondisi ekonomi saat ini membuat dirinya tidak terlalu optimistis menghadapi momen sepak bola terbesar dunia tersebut.

“Saya tidak terlalu optimis karena kondisi ekonomi sekarang,” katanya.

Ia mengungkapkan penjualan pakaian di pasar tradisional saat ini mengalami penurunan drastis. Bahkan banyak kios yang mulai tutup akibat sepinya pembeli.

“Penurunannya bisa sampai 50 persen. Tadi juga banyak kios yang tutup,” ungkap Christian.

Di tengah lesunya penjualan atribut sepak bola, kebutuhan pakaian sekolah justru masih menjadi produk yang paling dicari masyarakat.

Baca Juga: HUT ke-96 PSSI: Optimisme Menuju Piala Dunia 2030 Menguat dalam Water Break PSSI Pers

“Sekarang yang paling banyak dicari itu kebutuhan baju sekolah. Kalau yang lain tidak terlalu,” jelasnya.

Selain faktor ekonomi, maraknya belanja online juga ikut memengaruhi penjualan di pasar tradisional. Meski demikian, menurut Christian, tidak sedikit konsumen yang kecewa karena barang yang dibeli secara online tidak sesuai harapan.