BOGOR, CEKLISSATU – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor kembali melaksanakan tes parameter atlet sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan menuju prestasi yang lebih tinggi. Kegiatan ini merupakan agenda rutin akhir tahun dan kini telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya.

Tes parameter ini bertujuan untuk mengukur perkembangan performa setiap atlet secara objektif, sekaligus menjadi alat evaluasi terhadap kualitas program latihan yang dijalankan para pelatih. Melalui data yang dihasilkan, akan terlihat apakah proses pembinaan berjalan progresif atau justru stagnan.

“Dari tes parameter ini kita bisa melihat secara jelas kinerja pelatih dan keseriusan atlet dalam berlatih. Progres atau tidaknya prestasi atlet akan sangat terlihat dari hasil parameter yang dianalisis,” ujar Iman Imanudin, Wakil Bidang Pembinaan Prestasi NPCI Jawa Barat.

Baca Juga: Regenerasi Berjalan Matang, Basket PPOPM Kabupaten Bogor Terus Cetak Atlet Masa Depan

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 150 atlet NPCI Kabupaten Bogor mengikuti tes parameter yang mencakup 20 cabang olahraga, mulai dari atletik, renang, hingga boccia. Cabang boccia sendiri menjadi perhatian khusus, mengingat pada Peparnas sebelumnya NPCI Kabupaten Bogor belum mengirimkan atlet karena keterbatasan sumber daya.

Namun setelah dicoba pada ajang Kejurda, boccia menunjukkan potensi besar. Bahkan, ada atlet yang berhasil meraih medali emas di Peparnas

“Cabang boccia ke depan sangat potensial menyumbang medali. Pada Peparnas kemarin kita kehilangan peluang sekitar 19 medali dari cabang ini,” ungkap Iman.

Tes parameter ini dilakukan dengan dukungan peralatan manual maupun digital. Untuk alat manual, biaya berkisar di angka Rp700 ribu, sedangkan peralatan digital hasil kerja sama dengan perguruan tinggi negeri mencapai sekitar Rp2 hingga Rp2,2 juta per kepala alat. Hasil tes akan dianalisis dan diumumkan dalam waktu satu hingga dua minggu, kemudian dibandingkan dengan data tes tahun sebelumnya maupun dengan target capaian, baik di tingkat Jawa Barat, nasional, hingga ASEAN Para Games.

NPCI Kabupaten Bogor juga berharap metode tes parameter ini dapat diadopsi oleh pengurus cabang (pengcab) di masing-masing daerah. Apabila mengalami kendala, NPCI siap memberikan pendampingan sebagai panduan atau referensi pelaksanaan tes.

Baca Juga: Asnan AP Bangga SOD NPCI Kabupaten Bogor Jadi Rujukan Nasional untuk Studi Tiru

Ke depan, tes parameter direncanakan terus dilakukan secara konsisten setiap tahun mulai 2024 hingga 2028. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kesiapan atlet NPCI Kabupaten Bogor dalam menghadapi Peparnas 2028, sekaligus mengukur sejauh mana peningkatan prestasi dapat dicapai secara berkelanjutan.

Sementara itu, pelaksanaan tes parameter atlet yang digelar NPCI Kabupaten Bogor mendapat perhatian serius dari jajaran pengurus. Ketua NPCI Kabupaten Bogor menegaskan bahwa pihaknya berperan sebagai wadah dan fasilitator dalam pelaksanaan tes tersebut, guna memastikan proses pembinaan atlet berjalan lebih terukur dan tepat sasaran.

Menurutnya, tes parameter bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan instrumen penting untuk membantu para pelatih menentukan porsi latihan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing cabang olahraga dan kondisi atlet.

“Harapannya, dengan tes parameter ini pelatih bisa menemukan porsi latihan yang tepat. Misalnya cabang boccia seperti apa kebutuhan fisiknya, karena setiap atlet memiliki ragam disabilitas dan kondisi fisik yang berbeda-beda. Jadi lebih ke pengaturan porsi latihannya,” ujar Ketua NPCI Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan, keberagaman kondisi fisik atlet disabilitas menjadi tantangan sekaligus perhatian utama dalam proses pembinaan. Oleh sebab itu, pendekatan latihan tidak bisa disamaratakan, melainkan harus berbasis data dan hasil pengukuran yang valid.

Melalui tes parameter ini, pelatih diharapkan mampu mengukur sejauh mana kemampuan atlet berkembang, sekaligus mengevaluasi efektivitas program latihan yang telah dijalankan. Dengan begitu, proses pembinaan atlet NPCI Kabupaten Bogor dapat berlangsung secara berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan prestasi.