JAKARTA, CEKLISSATU – Kompetisi Pegadaian Championship 2026 /2027 resmi bergulir. Kompetisi kasta kedua sepak bola nasional tersebut kembali menjadi panggung penting bagi klub-klub untuk memburu tiket promosi sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi talenta-talenta muda Indonesia.

Pembukaan Pegadaian Championship musim 2026/2027 pada Jumat (11/9/2026) diawali laga tuan rumah PSIS Semarang vs PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri yang menandai kolaborasi antara PT Pegadaian dan I.League dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang lebih kompetitif, profesional, sekaligus memiliki dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan, kerja sama dengan I.League tidak sekadar berbicara mengenai dukungan terhadap kompetisi sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pegadaian mendekatkan perusahaan dengan generasi muda dan masyarakat.

Menurut Damar, sejumlah program yang dijalankan Pegadaian dalam kompetisi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi perkembangan sepak bola maupun masyarakat di sekitar stadion.

"Championship ini juga menjadi ruang bagi kami untuk terus memberikan dukungan terhadap persepakbolaan Indonesia. Setiap tahun kami melakukan evaluasi agar kerja sama ini memberikan dampak yang semakin baik. Harapan kami, kolaborasi ini terus berjalan, persepakbolaan Indonesia semakin maju, dan Pegadaian bisa terus mengeMASkan Indonesia," ujar Damar.

Ia menambahkan, Pegadaian juga membawa misi perluasan pemanfaatan aplikasi digital Tring. Kehadiran Pegadaian di lingkungan sepak bola dinilai menjadi momentum yang tepat untuk menjangkau lebih banyak generasi muda.

"Kami berharap sponsorship ini juga menambah jumlah nasabah yang menjadi pengguna aplikasi Tring. Target kami, 70 persen nasabah menjadi adopsi Tring. Saat ini sekitar 67 persen pengguna Tring berasal dari generasi muda, sehingga sepak bola menjadi salah satu sarana yang sangat relevan untuk memperkuat regenerasi nasabah," katanya.

Tak berhenti di sisi digitalisasi, Pegadaian juga kembali melibatkan pelaku UMKM dalam setiap penyelenggaraan pertandingan. Kehadiran UMKM di sekitar venue diharapkan mampu menciptakan efek ekonomi langsung dari tingginya aktivitas dan animo masyarakat saat pertandingan berlangsung.

Dari sisi sosial dan lingkungan, Pegadaian menyiapkan tiga program utama yang berjalan beriringan dengan Pegadaian Championship. Program tersebut meliputi pelatihan sepak bola usia muda, gerakan memilah sampah dengan konsep menghemat emas, serta penanaman mangrove di kawasan pesisir.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus menilai kolaborasi yang telah memasuki tahun keempat tersebut menunjukkan perkembangan positif. Setiap musim, menurutnya, selalu terdapat pengembangan aktivitas dan inovasi baru untuk meningkatkan kualitas kompetisi.

"Kalau melihat perjalanan kerja sama dari tahun pertama sampai tahun keempat, perkembangannya sangat luar biasa. Setiap tahun selalu ada aktivasi baru. Tahun lalu kami menghadirkan VAR sebagai bentuk komitmen untuk meminimalkan deviasi dalam pengambilan keputusan tepat," kata Ferry.

Ferry mengungkapkan, I.League juga memiliki sejumlah rencana pengembangan baru pada musim ini. Namun sebagian program masih harus menunggu kesiapan infrastruktur stadion agar dapat diterapkan secara maksimal.

Meski begitu, ia melihat kualitas kompetisi Pegadaian Championship musim ini akan semakin kompetitif. Apalagi regulasi penggunaan pemain asing yang relatif sejalan dengan kompetisi kasta tertinggi membuat klub-klub memiliki peluang membangun skuad yang semakin kuat.

"Dengan regulasi dan persyaratan yang semakin kompetitif, termasuk penggunaan pemain asing, kami melihat persaingan musim ini akan semakin menarik. Apalagi ada klub-klub yang sebelumnya bermain di Super League dan kini memiliki ambisi untuk kembali promosi. Ini tentu membuat Championship semakin kompetitif," ujarnya.

Besarnya animo penonton juga menjadi indikator lain. Ferry menyebut pembukaan laga yang digelar di Stadion Jatidiri mendapat respon positif dari masyarakat, bahkan tiket pertandingan dikabarkan telah terjual habis.

“Per hari ini kami mendapat konfirmasi bahwa pembukaan pertandingan di Jatidiri telah terjual habis atau penuh kapasitas. Ini membuktikan bahwa animo terhadap Championship sangat besar dan kompetisinya juga tidak kalah menarik dibandingkan kasta tertinggi,” tutur Ferry.

Menurut Ferry, tingginya konsumsi masyarakat terhadap tayangan sepak bola juga terlihat dari peningkatan share dan rating pertandingan. Sejumlah laga pada musim sebelumnya mampu mencatat angka share yang menembus 20 persen, bahkan terdapat pertandingan yang mencapai lebih dari 30 persen.

Peningkatan tersebut menjadi sinyal bahwa sepak bola nasional, termasuk kompetisi Championship, memiliki basis penonton yang kuat dan terus berkembang.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI Prof. Dr. Zainudin Amali menegaskan bahwa kompetisi sepak bola tidak boleh dipandang hanya sebagai rangkaian pertandingan untuk menentukan juara dan promosi. Lebih jauh lagi, kompetisi merupakan bagian penting dari sistem pelatihan pemain yang bermuara pada kepentingan tim nasional.

“Kompetisi ini bukan hanya sekedar pertandingan sepak bola. Dari kompetisi inilah akan muncul talenta-talenta yang nantinya mengisi skuad tim nasional, baik tim senior maupun kelompok usia U-23, U-19 dan kelompok usia lainnya,” kata Zainudin Amali.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dilakukan I.League dalam meningkatkan kualitas pertandingan, termasuk penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Menurutnya, kehadiran teknologi tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu menghadirkan pertandingan yang lebih adil dan meminimalkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Kehadiran VAR di setiap pertandingan menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi yang semakin baik dan memberikan rasa keadilan bagi klub, pemain, maupun penonton. Memang teknologi tetap membutuhkan manusia, tetapi upaya untuk meningkatkan kualitas kompetisi ini patut diapresiasi,” ujar Zainudin.

Zainudin juga menilai dukungan dunia usaha terhadap sepak bola nasional menjadi elemen penting dalam menjaga keberlangsungan kompetisi. Oleh karena itu, PSSI mengapresiasi Pegadaian yang terus hadir memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Kejuaraan Pegadaian.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada aspek komersial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi klub, pemain, suporter, UMKM, serta masyarakat luas.

"Kompetisi tidak akan berjalan tanpa dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, perhatian dan dukungan Pegadaian terhadap sepak bola sangat kami apresiasi. Kami berharap Pegadaian semakin maju, kinerjanya semakin baik, dan dukungannya terhadap sepak bola Indonesia juga terus berlanjut," tutupnya.

Bergulirnya Pegadaian Championship 2026/2027 pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar pertarungan menuju promosi. Kompetisi ini menjadi salah satu mata rantai penting dalam ekosistem sepak bola nasional tempat klub bertumbuh, pemain muda ditempa, suporter mendapatkan hiburan, UMKM bergerak, dan talenta terbaik dipersiapkan untuk membawa nama Indonesia ke level yang lebih tinggi.