Peluit panjang berbunyi pada menit 90+5, mengunci skor 3-1. Lebih dari sekadar tiga poin, hasil ini mengantarkan Garudayaksa FC mengoleksi 52 poin—angka yang tak lagi terjangkau pesaing terdekat mereka, Adhyaksa FC.


Seusai laga, suasana haru tak terbendung. Para pemain, staf pelatih, hingga manajemen larut dalam selebrasi emosional. Tangis bahagia pecah, termasuk dari pelatih kepala Widodo Cahyono Putro, yang sukses mengarsiteki perjalanan impresif timnya musim ini.


Di pertandingan lain Grup A, Adhyaksa FC tampil dominan dengan kemenangan 4-0 atas Sriwijaya FC di Banten International Stadium. Hasil itu membuat Adhyaksa mengoleksi 51 poin dan finis di posisi kedua, membuka peluang promosi melalui jalur playoff melawan runner-up Grup B.

IMG-20260502-WA0083.webp


Bagi Garudayaksa FC, malam di Pakansari bukan sekadar kemenangan—melainkan penegasan bahwa kerja keras, konsistensi, dan keyakinan telah membawa mereka terbang lebih tinggi, menuju panggung elit sepakbola nasional musim depan. 


Usai pertandingan, Bupati Bogor Rudy Susmanto, ikut larut dalam kemenangan Garudayaksa FC, turun langsung ke lapangan menyalami ofisial dan para pemain Garudayaksa FC.


"Selamat kepada Garudayaksa yang sudah memastikan diri tampil di Liga 1. Saya bangga karena mereka lolos dengan berhombase di Stadion Pakansari, Bogor. Tapi, saya lebih bangga lagi jika tim kebanggaan warga Kabupaten Bogor, Persikabo, bisa lolos juga dari stadion ini," ungkapnya.