BOGOR, CEKLISSATU – Kepemimpinan baru di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor resmi dimulai. Arif Rochmawan terpilih sebagai Ketua KONI Kabupaten Bogor periode 2026–2030 dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang digelar di Hotel Harris Cibinong, Senin (4/5/2026).
Menjadi satu-satunya kandidat dalam bursa pemilihan, Arif—yang akrab disapa Atep—langsung menegaskan arah kebijakan kepemimpinannya. Ia menaruh perhatian besar pada pembinaan atlet yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah utama, baik di level elit maupun akar rumput.
“Ke depan kita akan fokus pada pembinaan atlet di semua cabang olahraga, terutama yang memiliki potensi. Ini yang menjadi keprihatinan kita bersama,” ujar Atep.
Baca Juga: Arif Rochmawan Resmi Nahkodai KONI Kabupaten Bogor, Fokus Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Ia mengungkapkan, berdasarkan masukan dari berbagai pihak, masih terdapat kurangnya perhatian terhadap atlet, khususnya dalam hal pembinaan yang berkelanjutan. Kondisi tersebut menjadi salah satu prioritas utama yang akan dibenahi dalam masa kepemimpinannya.
Tak hanya itu, Atep juga menegaskan ambisi besar KONI Kabupaten Bogor dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang. Ia optimistis Kabupaten Bogor mampu bersaing di papan atas, bahkan menargetkan gelar juara umum.
“Kita akan berupaya maksimal. Target kita jelas, menjadi juara umum. Saya optimis Kabupaten Bogor bisa mencapainya,” tegasnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa prestasi tidak bisa diraih secara instan tanpa fondasi yang kuat. Oleh karena itu, pembinaan atlet lokal asli Kabupaten Bogor akan menjadi fokus utama agar tercipta regenerasi yang berkelanjutan.
Dalam upaya meningkatkan kualitas atlet, Atep juga berencana mengoptimalkan penerapan sport science serta pemanfaatan data atlet secara komprehensif. Menurutnya, pendekatan ilmiah sangat penting untuk menunjang performa atlet, mulai dari aspek kesehatan hingga peningkatan kemampuan teknis.
“Kita ingin atlet mendapatkan layanan terbaik, dari sisi kesehatan hingga performa. Dengan begitu, mereka bisa tampil maksimal,” jelasnya.
Baca Juga: Ketum KONI Pusat Apresiasi Sirnas Padel Seri II Semarang: Optimistis Lahirkan Atlet Dunia
Untuk pembinaan usia dini, KONI Kabupaten Bogor akan memaksimalkan peran PPOPM (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa) sebagai wadah pengembangan atlet muda. Atep bahkan berencana turun langsung untuk memastikan program berjalan efektif.
Di sisi lain, isu kesejahteraan atlet juga menjadi perhatian serius. Atep menyebut pihaknya akan segera melakukan evaluasi internal guna mengoptimalkan dukungan anggaran bagi pembinaan dan peningkatan kesejahteraan atlet.
“Kita akan rapatkan secara internal agar dukungan terhadap atlet bisa lebih maksimal,” katanya.
Comment