BOGOR, CEKLISSATU - Video viral beredar di media sosial Twitter (X) terkait adu mulut, antara pengendara mobil dengan truk yang berisi anggota TNI Korem 061 Suryakencana terkait kecelakaan di Sukamakmur, Kabupaten Bogor. 

Diketahui, video tersebut diunggah akun media sosial X bernama Milanta. Dalam video yang diunggahnya terlihat cekcok mulut terjadi antara perekam video perempuan yang mengendarai mobil dengan beberapa anggota TNI Korem 061 Suryakencana di dalam truk.

Terdengar perekam mobil meminta anggota TNI Korem 061 Suryakencana bertanggungjawab karena menyerempet mobilnya.

Baca Juga : Babinsa Koramil 0621-06/Cileungsi Kodim 0621/Kab. Bogor Korem 061/SK Hadir Giat Forum Konsultasi Publik Pendataan Awal Regsosek

Lalu, pada video lain terlihat bagian samping belakang mobil perekam mengalami kerusakan.

Menanggapi video tersebut, Kasi Intel Korem 061 Suryakencana Kolonel Czi Joy Carter Lumi membenarkan ada insiden kecelakaan antara truk TNI dengan mobil di wilayah Sukamakmur pada Sabtu 12 Oktober 2024 lalu. 

"Viralnya salah satu akun akun media sosial Milanta yang berlaitan dengan anggota Makorem yang sedang berkendaraan melaksanakan tugas yang tertua adalah Letnan Novi, kedua adalah drivernya Kopral Dua Yuda. Ini dua orang yang viral di medsos yang diviralkan oleh akun yang mengatasnamakan Milanta," kata Joy kepada wartawan, Senin 14 Oktober 2024.

Baca Juga : Jaro Ade Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Gunung, Berikan Bibit dan Tanam Pohon di Pamijahan Bogor

Adapun, peristiwa itu terjadi ketika truk Korem 061 Suryakencana sedang membawa pasukan dalam rangka pengamanan VVIP di Sukamakmur.

"Di sini ada Dandim 0621, kaitannya adalah pada hari Jumat, Sabtu, Minggu kita sedang melaksanakan operasi pengamanan VVIP di wilayah Sukamakmur. Artinya kita menjalankan tugas kami sebagai pengamanan VVIP sesuai dengan UU Nomor 34, Dandim adalah sebagai Dan Sub Satgas di wilayah Sukamakmur pada saat itu," bebernya. 

Ketika itu, truk TNI tersebut sedang melintas di jalan yang sempit dengan kondisi menanjak.

Baca Juga : Anugerahi Presiden Jokowi Loka Praja Samrakshana, Kapolri: Bentuk Penghormatan Institusi 

Pada saat bersamaan, terdapat sebuah mobil berwarna putih yang melaju dari arah sebaliknya.

"Posisi kendaraan truk ini dalam keadaan menanjak, di sebelah kiri dari jalan tersebut adalah jurang, jalan sempit. Sementara pengendara sipil yang menggunakan kendaraan warna putih ini berada di posisi atas. Dari bawah, posisi truk sudah dalam keadaan menanjak dan gigi satu, di belakang posisi kendaraan truk milik Korem ini ada beberapa mobil sipil," terangnya.

Sesuai dengan UU Lalu Lintas, seharusnya kendaraan truk TNI mendapatkan prioritas jalan. Tetapi, yang terjadi di lokasi justru adalah sebaliknya.

Baca Juga : Big Fight 2024 Bangkitkan Motivasi hingga Daya Dukung Olahraga Tinju di Kabupaten Bogor

"Mobil sipil dari atas ini sudah diberikan rambu oleh sopir. Sudah dikasih rambu, lampu hazard sudah dinyalakan, sudah diminta jalan. Tapi kenyataanya mobil sipil ini memaksa turun dan mengambil badan jalan kita, anggota kita driver sampai ban kiri belakang dari truk sudah keluar dari bahu jalan. Artinya kalau ke kiri lagi dia masuk jurang," ungkapnya.

Hingga akhirnya, terjadi insiden kecelakan seperti yang terjadi dalam video beredar. Namun, pihaknya membantah bahwa anggotanya itu melarikan diri melainkan memang tidak memungkinkan untuk berhenti karena kondisi jalan menanjak.

"Sehingga belakang kanan dari mobil tersebut bersenggolan dengan mobil truk kita. Truk kita dalam kondisi menanjak gigi satu tidak mungkin berhenti, di situ ada prajurit 31 orang yang akan melaksanakan tugas Pam VVIP,” ujarnya.

Baca Juga : 15.000 Personel Siap Amankan Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih Prabowo-Gibran Pada 20 Oktober 2024

“Ketika berhenti kehilangan tenaga dia akan mundur dan menabrak mobil yang ada di belakang, ataupun ketika dia akan banting kiri itu jurang sebelah kirinya. Sehingga memutuskan tetap lanjut perjalanan tersebut," lanjutnya. 

Joy menilai, tindakan anggotanya itu sudah sesuai prosedur. Bahkan, anggota juga sempat meminta kepada pengendara mobil untuk menyelesaikan persoalan tersebut di Makorem 061 Suryakencana.

"Letnan Satu Novi turun dan menjelaskan 'ibu, kami sedang melaksanakan tugas', permasalahan ini akan kami pertanggungjawabkan sepenuhnya silahkan ibu menyusul kami di daerah tugas kurang lebih masih ada 4,5 kilometer lagi. Kalau tidak, silahkan ibu ke Makorem untuk kita bicarakan, dalam hal ini tindakan perwira kami itu sudah betul karena ada skala prioritas di sini, tugas negara yang harus kami laksanakan," kata dia.

Baca Juga : Lakukan Penggantian Material, PLN UPT Bogor Jaga Keandalan Listrik pada Jalur Blackbone

Namun, muncul video viral di media sosial terkait kejadian tersebut yang dinilai hanya sepihak dan merugikan institusi TNI. 

Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada pemilik akun media sosial ataupun pengendara mobil yang merasa dirugikan untuk segera dapat mendatangi Korem 061 Suryakencana dalam rangka melakukan mediasi.

"Korem 061 Suryakencana membuka ruang mediasi kepada akun yang mengatasmakan Milanta ini. Kalau kami harus mempertanggungjawabkan secara material kami bersedia dan kami bertanggungjawab, tapi kami juga mohon akun Milanta ini untuk sportif melihat aturan lalu lintas dan posisi kita sudah sangat benar," tandasnya.