CIANJUR, CEKLISSATU - Video aksi kekerasan yang dilakukan oleh kakak kelas terhadap adik kelasnya di  Yayasan Plus Riyadhul Huda di Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, Jawa Barat viral di media sosial. 

Dalam video viral tersebut, terlihat sejumlah siswa yang menjadi korban berbaris dan diperintahkan untuk melakukan push up dan kemudian ditendang serta dipukul oleh salah satu kakak kelasnya.

Kepala Yayasan Obi Baihaqi mengatakan, kejadian tersebut memang di Pondok Pesantrennya, namun  bukan aksi perpeloncoan, melainkan hukuman untuk siswa yang melanggar. Namun ia tidak membenarkan aksi penendangan ataupun aksi kekerasan lainnya. 

Baca Juga : Tersangka Kasus Penipuan Tanah, Oknum Anggota DPRD Kabupaten Bogor Segera Disidang

"Kejadian itu bukan perploncoan, itu dilaksanakan memang atas kesepakatan semua siswa, dan kejadian itu kedisiplinan terhadap anak-anak yang nakal atau tidak mematuhi aturan,"katanya. 

Obi menjelaskan, para siswa yang masih duduk di kelas 2 SMP itu memang sudah sering kali melanggar aturan yang ada di sekolah tersebut, sehingga para siswa tersebut diberikan tindakan perhatian berupa push up. 

"Anak-anak tersebut setiap hari kalau disuruh masuk ke sekolah itu sangat sulit, dan mereka digiring dari luar untuk masuk. Dan kalau sudah berulang kali hasil kesepakatannya maka diadakanlah tindakan perhatian, dengan pushup dan pembersihan lokasi dan sebagainya."ujar dia.

"Dan mungkin pada saat itu, salah satu pengurus itu yang mungkin terbakar emosi sehingga kelihatannya ada tendangan terhadap siswa, dan tindakan tersebut memang tidak dibenarkan,"paparnya.

Atas kejadian tersebut, pihak yayasan akan melakukan pembinaan kepada seluruh siswa terutama terhadap senior yang terlibat aksi tersebut. 

"Kalau adanya kekerasan saya tidak lihat ya tapi nanti kami akan ada pembinaan untuk seniornya yang ada di vidio viral," terangnya.

Terpisah, David salah satu paman siswa yang menjadi korban juga mengatakan, kasus ini sudah berakhir damai, pihak orang tua siswa menerima maaf dari sekolah meski ada beberapa orang tua yang tidak menerima.

"Sudah pak berakhir damai tapi ada beberapa orang tua yang masih tidak terima ya anaknya diperlakukan gitu. Tapi semua sudah selesai pak," ungkapnya.

David juga mengatakan siswa yang menjadi korban saat ini trauma dan juga minta pindah sekolah.


"Jadi trauma pak kan memar di pinggang sama di kepala.  Jadi sekarang minta pindah sekolah," kata David.

Sementara itu, Kapolsek Sukaluyu AKP Yayan Suharyana menjelaskan, pihaknya sudah melakukan mediasi. Dan saat ini 6 korban yang didampingi orangtuanya dan pelaku penendangan sudah dibawa ke Polres Cianjur untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

"Kami sudah melakukan mediasi, dan penanganannya tadi orang tua, korban, kepala yayasan dan senior daripada korban tersebut sudah dibawa ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan." Katanya.