BOGOR, CEKLISSATU Fasilitator manajemen resiko tingkat dinas dan kecamatan di Kabupaten Bogor terus ditingkatkan kemampuannya, melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Manajemen Risiko.

Bimtek Fasilitator Manajemen Risiko dilaksanakan di Ole Suites Hotel, Sentul Babakan Madang, Senin 27 Mei 2024.

Pj Sekda Kabupaten Bogor, Suryanto Putra mengungkapkan, manajemen risiko sangat penting dalam setiap pelaksanaan tahapan program dan kegiatan yang dilakukan oleh setiap perangkat daerah.

Baca Juga : Perempuan Kabupaten Sukabumi Fasilitator Keluarga Berkualitas

Implementasi manajemen risiko bagi Pemerintah Daerah telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No.60 Tahun 2008.

Namun, kata Suryanto, masih perlu adanya perbaikan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Suryanto menambahkan, dengan adanya Bimtek Fasilitator Manajemen Resiko itu, dapat mengoptimalkan   pelaksanaan tahapan program dan kegiatan yang dilakukan oleh setiap Perangkat Daerah.

Baca Juga : Ketua DPRD Apresiasi Pengoperasian Mall Pelayanan Publik karena Permudah Layanan Masyarakat

“Juga menjadi sarana untuk menyepakati bentuk / format dokumen manajemen risiko terkait perencanaan pembangunan daerah, mengingat saat ini kita sedang dalam proses penyusunan dokumen Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor tahun 2025,” ujar dia.

Suryanto mengatakan, Pemkab Bogor saat ini tengah Menyusun Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang pedoman pengelolaan risiko, mengacu pada peraturan-peraturan terbaru terkait manajemen risiko.

“Selain tu, Pemkab Bogor juga tengah menyusun Raperbup tentang pedoman implementasi SPIP terintegrasi bagi perangkat daerah,” kata dia.

Baca Juga : Pj Bupati Bogor: Sambut HJB, Wujudkan Kampung Ciguha Merdeka Sinyal 

Suryanto menyebut, dalam masa trasnisi, substansi kedua Raperbup tersebut dibuat dalam bentuk Surat Edaran Penjabat Bupati.

“Kepada Para Fasilitator Serta Pokja Manajemen Risiko Tim Irban 4 agar mengawal proses manajemen risiko baik di internal maupun seluruh Perangkat Daerah di Kabupaten Bogor,” imbuhnya.