JAKARTA, CEKLISSATU – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berkomitmen dan mendorong untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Muhammad Nadratuzzaman Hosen mengatakan, pemantauan dan evaluasi atau Monev harus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.

Monev bukan hanya dilakukan di akhir program, tetapi juga harus dilakukan secara berkala selama program berlangsung,” kata dia, Rabu 26 Juni 2024.

Baca Juga : Dedie Rachim Salurkan ZIS untuk 400 Mustahik Melalui Baznas Kota Bogor

Dia juga menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak dalam Monev, termasuk mustahik, muzaki, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Pelibatan berbagai pihak akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengendalian dan Evaluasi BAZNAS RI, Herry Wibowo menyampaikan bahwa Monev merupakan instrumen penting dalam pengelolaan zakat.

Baca Juga : Serahkan Zakat melalui Baznas, Jokowi: Dana yang Terkumpul harus Disalurkan Tepat Sasaran

Monev memungkinkan kita untuk melihat apakah program yang dijalankan sudah sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Herry Wibowo menjelaskan, Monev memiliki beberapa manfaat, seperti membantu untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi program, mengidentifikasi hambatan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program, memberikan informasi untuk pengambilan keputusan, serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan zakat.