KOTA BOGOR, CEKLISSATU – Bencana longsor kembali melanda kawasan Batutulis, Kota Bogor, menyebabkan jalur utama di wilayah tersebut terputus.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama karena lokasi longsor berada di area underpass Batutulis yang masih dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor sambil menunggu terbitnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Wali Kota Bogor, disampaikan bahwa dengan ditetapkannya status siaga tanggap darurat, diperlukan percepatan intervensi dari pemerintah pusat untuk menangani dampak longsor ini.

Baca Juga: Tanah Keramat "Pakwan Pajajaran" Amblas, Ini Kata Praktisi Budaya Bogor

"Oh iya, jadi kami menginformasikan kepada Wamen PUPR bahwa underpass Batutulis itu kan masih dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor sambil menunggu terbitnya SLF, sertifikat layak fungsi," ungkap Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. 

"Nah jadi dengan kejadian bencana, kemudian penetapan status siaga tanggap darurat artinya kita ingin mempercepat intervensi dari pemerintah pusat juga untuk bagaimana mengatasi terputusnya jalur Batutulis," terangnya. 

"Karena kita pikirkan kan ada kurang lebih empat kelurahan yang terdampak langsung. Mulai dari Batutulis sendiri, kemudian Cipaku, Rangga Mekar, Pamoyanan, dan Kertamaya," lanjutnya.

Baca Juga: Begini Langkah Pemkot Soal Terputusnya Jalan Saleh Danasasmita Batutulis Bogor Akibat Longsor

Sebagai langkah awal, pemerintah telah melakukan negosiasi dengan pengembang dan warga di Cipaku untuk membuka jalur alternatif bagi warga Bogor Selatan yang terdampak

Bencana longsor ini bukan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut, sehingga memunculkan indikasi terkait kualitas proyek yang tidak layak. Namun, Wali Kota Bogor menekankan bahwa faktor alam tetap menjadi penyebab utama. 

"Sebetulnya sih begini, kita gak mungkin ya melawan alam. Tetapi namanya alam itu kan semua bagian dari akumulasi perbuatan manusia," jelas Dedie Rachim. 

Baca Juga: Tinjau Lokasi Longsor di Batutulis, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin: Masih Terjadi Pergeseran Tanah

"Bahwa kemudian debit air, hujan dengan intensitas tinggi, kan mungkin terkait dengan global warming juga. Jadi ini mah urusannya urusan tanggung jawab kita semua," katanya.

Ia juga menyoroti adanya mata air di sekitar lokasi underpass yang kemungkinan menjadi salah satu penyebab longsor

Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah Kota Bogor mengajak Kementerian PUPR, Dirjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, serta pihak terkait lainnya untuk mencari solusi jangka panjang.

Baca Juga: Akses Stasiun Batutulis Bogor Terputus, KAI: Penumpang KA Pangrango Bisa Naik di Stasiun Bogor Paledang

Langkah-langkah penanganan darurat saat ini terus dilakukan agar akses dan keselamatan warga dapat terjamin.