BOGOR, CEKLISSATU – Seorang pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) ditemukan meninggal dunia, usai tenggelam di sungai Cibeet (Leuwi Seuseupan) Kampung Pasirtanjung Kolot, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Kamis (3/10/2024) pukul 15.30 WIB.
Kapolsek Tanjungsari, Iptu Rustam menjelaskan bahwa benar telah ada kejadian meninggalnya pelajar karena tenggelam di sungai Cibeet.
“Pada Kamis 3 Oktober 2024 sekitar pukul 15.30 WIB didapat informasi ada orang tenggelam di sungai Cibeet. Kemudian anggota piket melakukan pengecekan ke lokasi sungai,” ungkapnya.
Setelah tiba di lokasi diperoleh kronologi kejadian tenggelamnya siswa dalam kegiatan pramuka.
Baca Juga : Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan Warga Caringin Bogor di Sungai Cisadane
Menurutnya, berdasarkan penuturan saksi berinisial AG (pendamping kegiatan pramuka) bahwa kegiatan pramuka jelajah alam tersebut diikuti oleh 83 siswa-siswi Kelas V dan Kelas VI.
Dalam kegiatan pramuka jelajah alam rute yang dilalui ada empat pos. giat dilaksanakan pada pukul 13.30 WIB, diawali dari sekolah k epos 1 di Kampung Sirna Bakti dengan diikuti pembina pendamping.
Setelah semua siswa selesai dari pos 1, siswa melanjutkan k epos 2. Tetapi pada saat perjalanan menuju pos 2, ada empat siswa laki-laki salah satunya almarhum MF keluar dari rute perjalanan dan berinisiatif turun ke sungai.
“Kemudian saksi RS selaku pembina pendamping melihat anak-anak itu turun ke pinggiran sungai memperingatkan siswa untuk tidak ada yang turun ke air,” bebernya.
Tetapi anak-anak itu tidak menghiraukan larangan, dan tetap melanjutkan bermain air di sungai.
Baca Juga : Santri Tenggelam di Kali Cidurian Jasinga, Satu Orang Meninggal Dunia
Tidak lama, saksi AG yang juga pendamping dalam kegiatan itu melihat anak laki-laki sudah bermain air. Kemudian meniupkan peluit, serta memerintahkan siswa untuk tidak bermain air.
“Saat AG turun dan mendekat, ada salah satu siswa yang memberitahu bahwa ada anak yang tenggelam. Kemudian AG langsung berlari, dan memberikan pertolongan terhadap empat siswa itu, salah satunya MF,” terangnya.
Ketika itu AG berhasil menyelamatkan tiga orang siswa. Tetapi MF sudah tenggelam, dan AG sudah tidak kuat lagi memberikan pertolongan.
Kemudian saksi pun meminta tolong, dan ada salah satu warga yang tidak diketahui Namanya langsung menyelamatkan MF.
Ketika berhasil membawa MF ke darat dan memberikan pertolongan pertama, tetapi nyawa MF sudah tidak bisa diselamatkan, dan dinyatakan meninggal dunia.
“Korban sudah dimakamkan secara layak oleh kaluarga, dan tidak berkenan dilakukan otopsi jenazah. Saat ini Polsek Tanjungsari masih melakukan investigasi terkait peristiwa itu,” pungkasnya.
Comment