JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Pemerintah mempercepat peningkatan kelas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar layanan kesehatan rujukan bisa diakses lebih dekat oleh masyarakat, terutama di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. 

Hingga awal 2026, belasan RSUD telah naik ke kelas C, dan puluhan lainnya menyusul sesuai target bertahap.

Dengan RSUD naik kelas, sekitar 80 persen kasus penyakit kini dapat ditangani langsung di daerah tanpa rujukan jauh ke kota besar. 

Langkah tersebut memperkuat pemerataan layanan kesehatan, mengurangi keterlambatan penanganan medis, dan memastikan akses yang lebih setara bagi seluruh warga.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Fasilitas Kesehatan, DPRD Kabupaten Bogor Dorong Pemkab Tambah Jumlah RSUD

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan perkembangan terbaru Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win dalam pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di 66 kabupaten/kota, khususnya di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyatakan, bahwa pembangunan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan rujukan nasional guna memastikan akses pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan di seluruh Indonesia.

"Bapak Presiden menargetkan pembangunan 66 rumah sakit. Untuk tahap pertama, sebanyak 22 rumah sakit telah dilakukan groundbreaking pada periode Januari–Juni 2025. Hingga akhir Februari ini, 16 rumah sakit akan selesai, sementara sisanya diharapkan rampung pada Maret–April," katanya dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Ia menambahkan, pada tahun 2026 pemerintah telah memperoleh persetujuan anggaran untuk pembangunan tambahan 20 rumah sakit, sehingga realisasi pembangunan dilakukan secara bertahap hingga seluruh target terpenuhi.

Baca Juga: RSUD Bakti Pajajaran Cibinong Hadirkan Klinik AkuQuit, Bantu Perokok Berhenti Merokok

"Ini namanya quick win. Kita ingin janji Presiden kepada masyarakat benar-benar terwujud cepat, dengan rumah sakit yang fasilitasnya setara dengan rumah sakit di kota besar," tegasnya.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya menjelaskan, bahwa melalui Program Quick Win Peningkatan Kualitas Rumah Sakit, Kemenkes mendorong peningkatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C. 

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sarana dan prasarana, alat kesehatan, serta sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

"Program ini difokuskan untuk mempercepat pelayanan rujukan terhadap empat penyakit katastropik utama, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki RSUD dengan kompetensi layanan KJSU tingkat madya," ujar dr. Azhar.

Baca Juga: RSUD Dr. KH. Idham Chalid Miliki Layanan Paliatif Terpadu, Rudy Susmanto: Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Pada periode 2025–2026, pembangunan dan peningkatan kualitas RSUD dilaksanakan pada 66 lokus yang dibagi ke dalam enam batch pembangunan. 

Dari target 22 RSUD pada tahun 2025, sebanyak 11 RSUD telah menyelesaikan tahap pembangunan, dan 16 RSUD ditargetkan rampung serta siap diresmikan pada minggu keempat Februari 2026.

Sementara itu, pada tahun 2026, Kemenkes akan melanjutkan peningkatan kualitas rumah sakit di 20 kabupaten/kota lainnya. 

Beberapa RSUD yang termasuk dalam program ini antara lain RSUD Maba (Kabupaten Halmahera Timur), RSUD  Bengkulu Tengah, RSUD Pongtiku (Toraja Utara), RSUD Tarempa (Kepulauan Anambas), serta sejumlah RSUD di wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Maluku.

Baca Juga: Ajak RSUD Taman Husada Bontang Kerja Sama, BPJS Ketenagakerjaan Perluas PLKK

Selain pembangunan infrastruktur, Kemenkes juga melengkapi rumah sakit dengan alat kesehatan berteknologi lanjut, seperti CT Scan, cathlab, mammografi, dan USG. 

Penguatan juga dilakukan pada aspek SDM kesehatan, termasuk pemenuhan tujuh spesialis dasar serta tambahan kompetensi di bidang jantung dan saraf.

"Kami berharap upaya ini dapat secara signifikan meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan rujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus mengurangi kesenjangan layanan antarwilayah," tutup dia.