BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Ratusan ambulans dikerahkan ke Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat untuk membawa para siswa yang mengalami diduga keracunan MBG (Makanan Bergizi Gratis).
Para siswa yang diduga keracunan MBG itu menyantap makanan yang disalurkan oleh SPPG di Cipongkor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun mengatakan bahwa BPBD KBB telah membuat tenda darurat, dan saat ini ratusan ambulans sudah di kerahkan untuk membawa korban keracunan baik ke Posko Penangana di Cipongkor, Puskesmas dan RSUD.
Baca Juga: Belum Usai, Diduga Kasus Keracunan MBG di Bandung Terjadi Lagi
"Kurang lebih ada seratus ambulans yang disiagakan, termasuk sejumlah RSUD yang ada di Bandung Raya juga sudah disiagakan jika korban terus bertambah," kata Teten, Rabu (24/9/2025).
Sementara itu kasus dugaan keracunan MBG kembali menelan banyak korban.
Kali ini, 65 siswa SMKN 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Baca Juga: Lagi, Puluhan Siswa SMK di Bandung Barat Diduga Keracunan MBG
Asep, Kasubag TU Puskesmas Cihampelas, menyebut dari total korban, 36 siswa sudah dilarikan ke RSUD Cililin, puskesmas, dan klinik terdekat.
Sementara sisanya masih dirawat di posko kesehatan sekolah atau dibawa pulang oleh orang tuanya.
"Terdampak ada 70 siswa, dan 35 sudah bisa pulang dari posko," jelas Asep, Rabu (24/9/2025).
Baca Juga: Korban Keracunan MBG Naik hingga 214 Orang, Dinkes Kota Bogor Lakukan Investigasi
Namun, kapasitas RSUD Cililin sudah penuh, sehingga korban keracunan MBG harus dirujuk ke beberapa rumah sakit lain, seperti RS Karisma (15 bed), RSUD Cibabat (30 bed), dan RSIA Azahra. Pihak RSUD Dustira juga menyatakan siap menerima tambahan pasien.
"Kami tanyakan juga kepada orang tua korban, mereka ingin anaknya dirujuk ke rumah sakit mana, supaya lebih cepat ditangani," lanjut Asep.
Jumlah korban pun terus bertambah. Beberapa siswa yang sempat dipulangkan, kembali dibawa ke posko darurat karena kondisi memburuk.
Bahkan, sejumlah siswa dilaporkan mengalami kejang-kejang, sesak napas, hingga menangis kesakitan.
Di lokasi yang sama, Kepala SMKN 1 Cihampelas, Sudirman, mengaku kecewa dengan kualitas makanan MBG hari itu yang justru membuat puluhan siswanya harus mendapat perawatan medis.
"Kami kecewa, makanan yang seharusnya menyehatkan malah membuat anak-anak sakit," ucap Sudirman.
Baca Juga: Ratusan Siswa SMPN 35 Bandung Keracunan Makanan, Mengalami Gejala Mual dan Diare
Kasus ini menambah panjang daftar insiden keracunan massal akibat program MBG di Kabupaten Bandung Barat, yang hingga kini masih terus mendapat sorotan masyarakat.
Comment