JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2026 di sekitar 12.000 titik di seluruh Indonesia. 

Bersamaan dengan itu, dibuka pula rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) guna mendukung pelaksanaan program P3TGAI tersebut.

Program padat karya P3TGAI menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di berbagai daerah.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa program padat karya seperti P3TGAI berperan penting dalam mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Akses Air Irigasi untuk Petani, Doni Maradona Siap Kawal Implementasi Program Irigasi P3A di Kabupaten Bogor

"Program ini menjadi langkah strategis agar manfaat pembangunan bisa dirasakan secara luas. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, program ini mampu membuka lapangan kerja, menekan angka pengangguran, serta meningkatkan daya beli," ujarnya, Senin (6/4/2026).

Tak hanya berdampak secara ekonomi, program tersebut juga bertujuan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur melalui sistem swakelola.

"Partisipasi masyarakat tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat, tetapi juga mendorong pemberdayaan dan keterlibatan aktif dalam proses pembangunan," tambahnya.

Melalui pendekatan tersebut, anggaran pembangunan dapat berputar di tingkat desa sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur irigasi yang dibangun.

Baca Juga: Pemkab Bogor Geber Rehabilitasi Irigasi Cidurian Sendung untuk Sawah di Wilayah Kecamatan Jasinga

Seiring dengan perluasan program pada 2026, kebutuhan akan TPM menjadi semakin penting untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal di lapangan.

TPM nantinya bertugas mendampingi kelompok petani seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), hingga Induk P3A (IP3A), mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi sederhana, hingga administrasi kegiatan.

Selain itu, TPM juga berperan menjaga mutu pekerjaan, membantu penyusunan laporan, serta memberikan pendampingan teknis agar pengelolaan irigasi menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Sidak Bendung Bongas, Dorong Percepatan Perbaikan Irigasi untuk 80 Hektare Sawah

Salah satu unit pelaksana teknis Kementerian PU, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, telah membuka pendaftaran TPM secara daring mulai 2 hingga 5 April 2026.

Tahapan seleksi meliputi administrasi, tes tertulis, dan wawancara, dengan pengumuman hasil akhir dijadwalkan pada 17 April 2026.

Pendaftaran terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat, dengan prioritas bagi pelamar yang memiliki pengalaman di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan irigasi.

Baca Juga: Wabup Bogor Jaro Ade: Ketahanan Pangan Prioritas Utama, Saluran Irigasi yang Rusak Segera Diperbaiki

Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi P3TGAI atau tautan yang telah disediakan dengan melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

Seleksi terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan, dengan prioritas bagi yang memiliki pengalaman di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan irigasi.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi P3TGAI atau melalui tautan https://bit.ly/P3TGAI2026BBWSPOMJEN dengan melengkapi dokumen administratif yang dipersyaratkan.

Melalui program P3TGAI, Kementerian PU tidak hanya membangun infrastruktur irigasi yang berkualitas, tetapi juga membuka peluang kerja, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta memperkuat peran petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.