JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Kegiatan belajar tatap muka di sekolah akan segera dibuka, jika kondisi Jakarta dinyatakan normal pascademontsrasi besar. Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Meski begitu, saat ini aturan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih berlaku buat sekolah guna menjaga keselamatan pelajar di Jakarta.

"Kalau melihat perkembangan yang ada di Jakarta, kalau memang kemudian sudah bisa normal, ya tentunya akan kembali ke sekolah," ungkap Pramono Anung, seperti dikutip pada Rabu (3/9/2025). 

"Tapi dalam instruksi yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas memang saya minta untuk tidak ada batas waktunya, setiap saat bisa dicabut,” tambah Pramono Anung

Baca Juga: Pemkot Bogor Terapkan PJJ untuk Pelajar SD-SMP, Dedie Rachim: Berikan Ketenangan Bagi Orang Tua

Selain itu lanjut Pramono Anung, aturan PJJ bersifat sementara dan fleksibel. Begitu situasi di lapangan terkendali, siswa akan kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

Untuk diketahui, sejak Senin (1/9/2025) sebanyak 2.829 sekolah di Jakarta melakukan pembelajaran daring. Kemudian, 2.439 sekolah masih tatap muka (luring), dan 346 sekolah menjalankan sistem hybrid.

Pramono Anung mengatakan, kebijakan ini diambil agar aktivitas pendidikan tetap berjalan meskipun situasi Jakarta belum sepenuhnya kondusif pascakericuhan, pada Jumat (29/8/2025).