BANDUNG, CEKLISSATU.COM -- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai  melakukan kunjungan ke Universitas Islam Bandung (Unisba) guna menindaklanjuti insiden kericuhan yang disertai penembakan gas air mata di area kampus beberapa hari sebelumnya.

Kedatangan Menteri Pigai bertujuan untuk memastikan aktivitas akademik di Unisba kembali berjalan normal, sekaligus meninjau langsung kondisi pasca-kericuhan yang sempat mengganggu ketertiban kampus. 

Dalam kunjungannya, Pigai juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan akademik sebagai bagian dari hak asasi yang tidak boleh dilanggar, bahkan dalam situasi genting sekalipun.

Baca Juga: Telusuri Aktor Intelektual di Balik Aksi Molotov di Tamansari, Polda Jabar Amankan 16 Terduga Pelaku

“Kehadiran kami di sini adalah untuk melihat langsung bagaimana kondisi terkini di Unisba dan memastikan bahwa hak-hak mahasiswa dan sivitas akademika tetap terlindungi,” kata Pigai singkat kepada awak media, Jumat (5/9/2025).

Namun, saat ditanya mengenai dugaan pelanggaran HAM dalam insiden tersebut, Pigai memilih untuk tidak memberikan komentar rinci. Ia menyebut bahwa pihaknya masih mengumpulkan data dan akan melakukan kajian lebih lanjut sebelum mengambil sikap resmi.

“Saat ini kami masih dalam tahap observasi dan pendalaman informasi. Kami tidak ingin berspekulasi,” katanya.

Baca Juga: Pulihkan Situasi Kota Bandung, Ratusan Pengemudi Ojol Bersih-Bersih di Sekitar DPRD Jabar

Seperti diketahui, beberapa hari lalu terjadi ketegangan di kampus Unisba yang berujung pada kericuhan antara aparat dan mahasiswa. 

Situasi memanas hingga aparat dilaporkan menembakkan gas air mata ke dalam area kampus, memicu kekhawatiran luas tentang potensi pelanggaran terhadap ruang akademik yang seharusnya netral dan aman.

Menteri Pigai berharap situasi di Unisba segera pulih dan semua pihak dapat menahan diri sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.