BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Situasi di kawasan Tamansari, Kota Bandung, khususnya di sekitar kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan Universitas Pasundan (UNPAS), mulai berangsur kondusif pasca insiden penembakan gas air mata oleh aparat kepolisian pada awal pekan ini. 

Polda Jabar menjelaskan, bahwa insiden bermula saat aparat gabungan tengah melintas dalam patroli rutin dan mendadak dilempari bom molotov. 

Aksi tersebut memicu respon tegas dari aparat dengan menembakkan gas air mata sebagai bentuk tindakan terukur

Baca Juga: Soal Aksi Unjuk Rasa Berujung Ricuh di Dua Kampus Kota Bandung, Begini Penjelasan Polda Jabar

"Tindakan ini dilakukan karena adanya serangan berupa pelemparan bom molotov terhadap petugas. Kami bertindak sesuai prosedur untuk menjaga keamanan," kata Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, Rabu (3/9/2025).

Meski perkuliahan di dua kampus tersebut untuk sementara dialihkan secara daring, suasana di sekitar lokasi kejadian sudah mulai kembali normal. 

Petugas dan masyarakat sekitar terlihat bergotong-royong membersihkan sisa-sisa insiden, termasuk pecahan kaca dan puing dari bom molotov.

Baca Juga: Polda Jabar Amankan 65 Orang Pendemo yang Diduga Terlibat Aksi Unjuk Rasa Anarkis di Depan Gedung DPRD

Spanduk-spanduk berisi penolakan terhadap aksi anarkisme dan perusuh juga mulai terpasang di berbagai titik sebagai bentuk aspirasi warga dan civitas akademika untuk menjaga ketertiban.

Polda Jabar telah mengamankan 16 orang yang diduga terlibat dalam aksi provokasi serta pelemparan bom molotov. 

Bukti-bukti berupa jejak digital juga telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Pengamat Politik Yusfitriadi: Reformasi Jilid II atau Revolusi Tak Cukup, Bangsa Butuh Perubahan Mentalitas

Untuk mengungkap dalang serta pihak yang mendanai aksi anarkisme itu, Polda Jabar akan melibatkan Bareskrim Mabes Polri.

"Kami akan telusuri sampai tuntas siapa yang menjadi aktor intelektual dan pendana di balik aksi ini. Kami libatkan Mabes Polri agar proses penyidikan lebih komprehensif," tegas Irjen Pol Rudi Setiawan.