BOGOR, CEKLISSATU- Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), M. Jumhur Hidayat, mencanangkan gerakan besar penanaman bambu secara nasional dalam agenda Gerakan Menanam Bambu Nusantara 2026 yang digelar di Yayasan Bambu Indonesia, Perumahan Bumi Cibinong Endah, Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (14/6/2026).

Dalam sambutannya, Jumhur menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal ekologi, tetapi juga berkaitan erat dengan budaya dan nilai religiusitas masyarakat Indonesia.

“Merusak lingkungan sama saja tidak menghargai budaya, tidak menghargai agama, dan tidak menghargai religiusitas,” tegas Jumhur di hadapan tokoh lingkungan, komunitas bambu, pejabat KLH, hingga masyarakat yang hadir.

Baca Juga: Tanam 544 Pohon, Dedie Rachim Siapkan Aturan Baru: 1 Siswa Wajib Tanam 1 Pohon di Bogor

Ia menyebut Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, namun kedahsyatan itu bisa memudar apabila masyarakat lalai menjaga lingkungan hidup. Karena itu, pemerintah kini mendorong apa yang ia sebut sebagai “tobat nasional ekologis”.

Menurutnya, gerakan penyelamatan lingkungan harus dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat. Ia bahkan mengakui generasinya memiliki banyak kesalahan terhadap alam dibanding generasi muda saat ini.

“Generasi muda justru harus menasihati kita. Survei menunjukkan lebih dari 80 persen Gen Z lebih peduli lingkungan dibanding generasi sebelumnya,” ujarnya.