SULAWESI SELATAN, CEKLISSATU.COM -- Update. Tim DVI Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil mengidentifikasi jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Selasa (20/1/2026) malam.
Diketahui, jenazah tersebut yaitu Florencia Lolita Wibisono, merupakan salah seorang pramugari yang bertugas saat kecelakaan terjadi.
Disebutkan bahwa Tim SAR Gabungan menemukan jenazah Florencia pada Senin (19/1/2026). Jenazah itu terdata sebagai korban kedua yang ditemukan.
Sehari sebelumnya (18/1/2026), Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki.
Tetapi jenazah Florencia tiba lebih dulu di RS Bhayangkara Makassar. Sedangkan jenazah korban pertama baru tiba pagi ini, Rabu (21/1/2026).
"Yang kemarin sudah teridentifikasi Florencia Lolita Wibisono,” ucap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, dikutip pada Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Tim SAR Berhasil Evakuasi Dua Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung
Tim DVI Polda Sulsel mengidentifikasi mengandalkan data antemortem dari keluarga korban dan data post mortem dari jenazah korban. Termasuk di antaranya data DNA.
Pada proses identifikasi ini, Tim DVI Polda Sulsel mengutamakan ketepatan. Setelah mengidentifikasi jenazah Florencia, selanjutnya tim mengidentifikasi jenazah korban berikutnya.
"Yang pagi ini baru datang. Jadi, belum teridentifikasi,” bebernya.
Baca Juga: Tinjau Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Maros, Menhub: Harapan Kami Semua Korban Ditemukan
Meski begitu, proses identifikasi dipastikan berjalan profesional. Tim DVI Polda Sulsel tidak bekerja sendiri, mereka turut dibantu personel dari Mabes Polri.
Total dua jenazah korban yang sudah berhasil dievakuasi, kini masih ada delapan korban belum ditemukan.
Tim SAR Gabungan terus melanjutkan pencarian di Gunung Bulusaraung yang menjadi lokasi kecelakaan pesawat itu.
Baca Juga: Kemenhub Pastikan Pesawat ATR 42-500 Dalam Kondisi Laik Terbang Sebelum Jatuh di Gunung Bulusaraung
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, sepanjang operasi SAR sampai hari keempat kemarin, cuaca buruk menyertai perjuangan Tim SAR Gabungan.
Namun, seluruh personel yang terlibat tetap bekerja keras untuk mencari, menemukan, dan mengevakuasi korban.
"Jadi, kami akan berupaya untuk melaksanakan pencarian korban. Sambil kami mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT,” tegasnya.
Comment