JAKARTA CEKLISSATU - Indonesia mencatat sejarah baru di dunia kesehatan global dengan menjadi negara pertama yang menerapkan InterSystems IntelliCare, sistem rekam medis elektronik (RME) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan dokter lebih fokus pada pasien dan bukan pada layar komputer.
Langkah revolusioner ini mengantarkan InterSystems meraih penghargaan bergengsi “Indonesia Technology Innovation of the Year – Healthcare Technology” dalam ajang Asian Innovation Excellence Awards 2025, yang digelar oleh Asian Business Review.
AI yang Membebaskan Dokter dari Layar Komputer
Di tengah tantangan dunia medis yang sering kali dibebani dengan administrasi dan sistem rumit, IntelliCare hadir untuk memulihkan esensi pelayanan kesehatan: hubungan langsung antara dokter dan pasien.
Baca Juga: 20 Siswa SDN Meruya Selatan 01 Mual dan Muntah Diduga Keracunan MBG, Tujuh Dilarikan ke RS
Melalui AI yang mendengarkan dan mencatat otomatis, dokter kini dapat mengurangi waktu mengetik dan berpindah layar, sekaligus meningkatkan akurasi data serta efisiensi kerja.
“Dengan AI sebagai inti, IntelliCare membantu tenaga medis menghabiskan lebih banyak waktu bersama pasien dan lebih sedikit waktu mengerjakan dokumen,” ujar Luciano Brustia, Regional Managing Director Asia Pacific, InterSystems. “Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi terbaik adalah yang bekerja di balik layar agar manusia tetap menjadi fokus utama.”
Lompatan Besar bagi Sistem Kesehatan Indonesia
Implementasi perdana IntelliCare dilakukan di EMC Healthcare, bagian dari EMTEK Group. Hasilnya mencengangkan:
Akses hasil laboratorium kini hanya memerlukan dua klik, turun 75% dari sebelumnya delapan klik.
Tingkat kelengkapan data naik dari 68% menjadi 98%.
Tujuh rumah sakit EMC berhasil menerapkan RME berbasis AI hanya dalam 18 bulan—salah satu implementasi tercepat di dunia.
Lebih dari 700 dokter dan tenaga medis kini memanfaatkan AI IntelliCare dalam pekerjaan mereka sehari-hari.
Baca Juga: Layanan Cek Kesehatan Gratis di CFD Tegar Beriman
“Selama ini, rekam medis elektronik sering kali membebani dokter karena prosesnya tidak efisien,” jelas dr. Bella Desra Andae, Chief Medical Informatics Officer, EMC Healthcare.
“Dengan fitur AI Ambience dan AI Assistant, dokter bisa tetap di satu layar, bertanya langsung ke AI, dan mendapatkan informasi medis real time tanpa kehilangan fokus pada pasien.”
Sinergi dengan Inisiatif Nasional SATUSEHAT
Transformasi ini sejalan dengan visi pemerintah melalui SATUSEHAT, program kesehatan digital nasional yang menghubungkan rumah sakit, laboratorium, asuransi, dan instansi publik.
Untuk memperkuat ekosistem ini, InterSystems juga menggandeng mitra lokal seperti Zi.Care, ICS Compute, dan BitHealth guna memastikan implementasi teknologi tetap berkelanjutan dan sesuai konteks Indonesia.
Selain IntelliCare, InterSystems juga menghadirkan IRIS for Health, platform data yang memungkinkan pertukaran informasi medis antar lembaga secara aman. Kombinasi kedua teknologi ini membentuk fondasi bagi sistem kesehatan digital terpadu di Indonesia—mendorong negara ini menjadi pemimpin kawasan dalam transformasi kesehatan berbasis data dan AI.
Teknologi yang Kembali Memanusiakan Kesehatan
Menurut Jusup Halimi, President Director EMC Healthcare, kehadiran IntelliCare bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan perubahan paradigma.
“Tujuan kami selalu sama: memastikan interaksi dokter dan pasien tetap manusiawi. IntelliCare membantu kami menjaga keseimbangan itu—teknologi bekerja di belakang layar, sementara manusia tetap menjadi pusatnya,” ujarnya.
Melalui langkah berani ini, Indonesia bukan hanya memimpin Asia, tetapi juga mengirimkan pesan penting bagi dunia: masa depan kesehatan bukan tentang menggantikan manusia dengan mesin, melainkan mengembalikan waktu dan perhatian dokter kepada pasien.
Comment