BOGOR, CEKLISSATU - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, mengembangkan sektor wisata desa di wilayah Desa Nambo, Kecamatan, Citeureup, Kabupaten Bogor.


Bernamakan Taman Wisata Sigantang, wisata dengan konsep alam terbuka tersebut melibatkan warga sekitar dalam pengelolaannya.


Tim CSR Indocement, Ayi Ibrohim mengatakan, Taman Wisata Sigantang tersebut dibangun atas dasar kegelisahan warga setempat yang dimana mereka berinisiatif untuk memanfaatkan lahan sekitar 4.000 meter untuk dijadikan tempat yang bermanfaat.

Baca Juga : Tanamkan Kekompakan Babinsa Jatisari Peltu Budi Argandi Laksanakan Komsos dengan Warga Binaan


"Jadi warga datang ke kami, lalu kami tinjau tempatnya. Ini dulunya tempat sampah, dan kami lihat ada potensi untuk dikembangkan jadi tempat wisata. Kebetulan ada sawah milik warga di area ini, dan terbangunlah tempat wisata ini," kata Ayi kepada wartawan, Kamis 16 Maret 2023.


Taman Wisata Sigantang yang mulai beroperasi pada 2020 itu saat ini telah memiliki beragam fasilitas seperti saung, tempat makan, tempat karaoke, kolam ikan, kolam renang anak-anak serta
lapangan serbaguna.

IMG-20230316-WA0172.jpg
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, mengembangkan sektor wisata desa di wilayah Desa Nambo, Kecamatan, Citeureup, Kabupaten Bogor


"Antusias warga ternyata cukup tinggi akan tempat wisata ini. Bahkan pada 2022 total jumlah pengunjung Taman Wisata Sigantang mencapai
14.400 orang, tumbuh 33,33 persen dari total pengunjung pada 2021 yang mencapai 10.800 orang," ungkap Ayi.


Dengan program pemberdayaan sosial CSR tersebut, Indocement bahkan mendapatkan dua penghargaan. Yaitu 
Anugerah CSR IDX Channel 2022 kategori Social Development Initiative dan Corporate Social Responsibility dan Pembangunan Desa Berkelanjutan (CSR dan PDB) Awards 2023 Kategori Emas dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
(Mendes PDTT) RI dengan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF).


"Ini akan terus kami kembangkan. Bahkan sudah kami masukkan juga ke Dinas Pariwisata untuk pengembangannya," jelas Ayi.


Sementara, salah satu perwakilan kelompok warga sebagai pengelola, Rian menyebutkan bahwa Taman Wisata Sigantang ini menjadi salah satu tempat mencari nafkah bagi warga sekitar. 


"Di dalamnya ada UMKM yang kami berdayakan. Sampai saat ini ada 10 UMKM yang ada di taman wisata ini," kata Rian.


Dengan tiket masuk 5.000 per orang, Rian berharap Taman Wisata Sigantang yang dikembangkan PT Indocement ini bisa terus berkembang.


"Ya mudah-mudahan bisa semakin besar. Karena kami sangat terbantu oleh Indocement yang sudah memberikan banyak bantuan kepada kami. Dari pembinaan hingga pengembangan wisatanya," jelas Rian.