JAKARTA, CEKLISSATU - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang mengatakan sedang mencoba mengusulkan memangkas durasi perjalanan haji dari 40 menjadi 30 hari.

"Kami mencoba merubah cara kita berhaji. Sebab, kami menemukan 40 hari itu terlalu lama bagi jemaah yang sudah selesai, atau kloter pertama yang sudah arba'iin begitu selesai haji," ujar Marwan dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Jakarta Pusat, Rabu 8 Februari.

Ia mengatakan dengan dipangkasnya durasi pelaksanaan haji menjadi 30 hari, anggaran yang dihemat bisa mencapai Rp 1,2 triliun.

"Kami dapat menghitung bahwa akan terjadi penghematan anggaran dari sisi anggaran itu bisa kita hemat sekitar Rp 1,2 triliun," kata dia.

Selain bisa menghemat anggaran haji, banyak jemaah yang segera ingin pulang ke Indonesia, namun tak bisa lantaran penerbangan belum siap setelah haji selesai.

"Sepertinya kepingin pulang segera, tetapi tak bisa pulang karena tidak adanya penerbangan," tutur pria yang juga menjabat Ketua Panja Haji tersebut.

Oleh sebab itu, DPR mencoba berkomunikasi dan bernegosiasi dengan otoritas bandara di Arab Saudi.

"Kami berkeyakinan kalau pemerintah sungguh-sungguh dengan segala kemampuan negosiasi, tahun ini saja kita bisa laksanakan Haji 35 hari," tuturnya.

Sementara untuk tahun 2024, kata Marwan, DPR akan meminta pemerintah untuk membuat perjalanan haji menjadi 30 hari saja.

"Kami meminta pemerintah tidak perlu lagi dibicarakan, kemungkinan bisa 30 hari, karena kami yakin bisa 30 hari di tahun 2024," kata dia.