BOGOR, CEKLISSATU - Selain di Kecamatan Cariu, BPBD Kabupaten Bogor juga mencatat sejumlah wilayah terdampak bencana alam akibat hujan yang disertai angin dalam dua hari kemarin. Bahkan salah satunya menimpa tempat pendidikan anak usia dini (Paud).
Beberapa kecamatan itu antara lain
Leuwiliang, Nanggung, Cigudeg, Tamansari, Ciomas, Ciampea, hingga Kecamatan Cijeruk.
"Untuk Paud itu di Desa Leuwimekar Kecamatan Leuwiliang. Itu Paud Mutaalimin terkena pohon tumbang," ungkap Kalak BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat dalam keterangannya, Kamis 26 Oktober 2023.
Baca Juga : BPBD Catat 7 Kecamatan di Kabupaten Bogor Diterjang Bencana Usai Hujan Deras Kemarin
Kemudian untuk Kecamatan Nanggung, itu ada bencana longsor yang terjadi di wilayah Desa Cisarua. "Satu titik longsor uni mengakibatkan 1 unit rumah yang dihuni oleh 4 jiwa. Dimana longsor itu terjadi karena Tembok Penahan Tanah (TPT) dengan diameter Panjang longsor 14 meter dan tinggi 5 meter hancur," kata Ade.
Sedangkan untuk bencana lainnya di Kecamatan Ciampea, Nanggung, Cigudeg, Tamansari, Ciomas dan Kecamatan Leuwiliang itu ada angin kencang.
Untuk di Kecamatan Ciampea, angin kencang melanda Desa Tegal Waru dengan dampak satu unit rumah yang dihuni dua jiwa mengalami rusak ringan.
"Dengan kondisi rumah yang tidak memiliki selup dan juga kondisi kayu sudah rapuh, sehingga mengalami kerusakan. Ini dikhawatirkan akan meningkatkan kerusakan pada bangunan jika terjadi kembali hujan dan angin kencang dengan waktu yang cukup lama, maka dibutuhkan penanganan lebih lanjut dari pihak terkait," kata Ade.
Untuk di Kecamatan Nanggung, bencana alam angin kencang ini terjadi di tiga kampung, yaitu Kampung Citumbuk, Kampung Babakan Cengkeh dan Kampung Babakan Sawah, Desa Cisarua.
"Di Kampung Citumbuk RT
01/ RW 02 satu rumah yang dihuni oleh 6 jiwa mengalami rusak sedang, dinding dapur retak-retak dengan rincian panjang 7 meter dan TPT dengan rincian Panjang 11 meter, tinggi 2 meter," ujarnya.
Masih di kampung yang sama, tepatnya di RT 01/ RW 03, angin kencang ini pun menerjang satu unit rumah yang dihuni oleh dua jiwa. Akibatnya rumah tersebut pun mengalami rusak ringan karena retakan pada bagian dinding kamar.
"Lalu di kampung Babakan cengkeh, 2 rumah rusak ringan (2 kk/10 jiwa) dengan keterangan retak pada bagian dinding dapur. Di kampung Babakan sawah, 1 unit rumah rusak ringan(1 kk/4 jiwa) dengan keterangan retak pada bagian dinding," paparnya.
Dari Nanggung berpindah ke Kecamatan Cigudeg. Di sini ada satu unit rumah yang dihuni oleh enam jiwa di Kampung Citeureup, Desa Cigudeg yang mengalami rusak berat akibat dihantam oleh angin kencang.
"Untuk sementara rumah yang jebol, gentengnya belum diperbaiki karena tiang penyangga sudah retak dan beresiko. Harus segera diperbaiki karena khawatir apabila terjadi hujan lebat tiang penyangga atap patah," kata Ade.
Pun di wilayah Kecamatan Tanjungsari tepatnya di Desa Sukajadi. Bencana angin kencang menimpa satu unit rumah dengan jumlah penghuni oleh enam jiwa. Rumah ini mengalami rusak berat dan para penghuninya pun terpaksa mengungsi di kediaman sanak saudaranya.
"Saat ini, 1 rumah yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang belum diperbaiki dan masih dalam keadaan rusak berat. Butuh penanganan segera dari pihak yang lebih berwenang," ucap Ade.
Sedangkan untuk di Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, ada empat rumah yang terdampak kerusakan akibat angin kencang tersebut.
"1 unit rumah rusak sedang (1 KK/7 Jiwa), rusak di bagian dinding kamar dan dapur ambruk dan 3 unit rumah lainnya mengalami rusak ringan (3 KK/13 Jiwa) dengan rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap rumah," urainya.
Selain melanda dan berdampak pada rumah-rumah warga, angin kencang ini pun membuat beberapa pepohonan tumbang dan memberi dampak pada fasilitas umum.
"Untuk saat ini, pohon yang tumbang sudah dievakuasi oleh TRC BPBD Kabupaten Bogor dan dibantu Warga setempat," jelasnya.
ERUL
Comment