BANDUNG, CEKLISSATU.COM – Puluhan siswa dan alumni SMK Pasundan 2 Bandung melakuka aksi protes di depan gerbang sekolah, Rabu (24/9/2025).
Para siswa dan alumni SMK Pasundan 2 Bandung mendesak aparat kepolisian segera menangkap seorang oknum guru yang diduga melakukan pencabulan terhadap sekitar 40 siswi dari berbagai angkatan.
Kasus dugaan pencabulan itu kini memicu perhatian publik dan desakan penegakan hukum di Kota Bandung.
Baca Juga: Ungkap Kasus Pencabulan Anak di Ciampea Bogor
Kapolsek Andir, AKP Robby Rachmawan membenarkan adanya aksi tersebut.
Ia menyebut bahwa situasi berjalan kondusif dan pihak kepolisian menerima aspirasi dari para peserta aksi.
“Benar tadi ada aksi. Mereka menuntut agar guru tersebut diamankan karena diduga melakukan aksi pencabulan. Korban ada sekitar 40 siswi dari berbagai angkatan, dan salah seorang siswa tadi sudah melapor ke Polres," kata AKP Robby Rachmawan saat dikonfirmasi pada Rabu (24/9/2025).
Baca Juga: Kasus Pencabulan Anak di Ciampea Bogor Terkuak, Begini Kronologis Lengkapnya
Aksi sempat dimediasi oleh pihak sekolah, namun para peserta tetap bersikeras menuntut agar oknum guru tersebut segera ditangkap dan diproses secara hukum.
Kasus ini pertama kali mencuat ke publik setelah beredarnya testimoni dari sejumlah mantan siswi SMK Pasundan 2 Bandung di media sosial.
Mereka mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan saat masih menjadi murid di SMK Pasundan 2 Bandung, dan menyebutkan satu nama guru yang sama.
Baca Juga: Berpura-pura jadi Dukun, Pria di Bandung Lakukan Pencabulan
Cerita para korban kemudian menyebar luas di berbagai platform digital, mulai dari Instagram hingga X (sebelumnya Twitter), memicu gelombang simpati dan kemarahan dari masyarakat.
Dukungan terus mengalir kepada para korban, sementara tekanan terhadap sekolah dan aparat penegak hukum meningkat.
Comment