BOGOR, CEKLISSATU - Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan jembatan Otto Iskandardinata (Otista) di wilayah Kecamatan Bogor Tengah pada Jumat, 19 Mei 2023 sore.

Kedatangan komisi yang membidangi Pembangunan dan Lingkungan ini bertujuan untuk meninjau progres pembangunan jembatan Otista, termasuk meminta pihak kontraktor untuk menghentikan sementara pembongkaran jembatan Otista lantaran diduga menjadi cagar budaya.

Baca Juga : HUT ke-206 Tahun, Kebun Raya Bogor Hadirkan Pekan Seni Botani

"Sementara pembongkaran jembatan Otista dihentikan sampai ada kepastian apakah benar cagar budaya atau bukan. Selain itu, dalam waktu dekat kami akan memanggil dinas PUPR, Disparbud hingga Bagian Hukum Pemkot Bogor untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi," ucap Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin.

Menurut Zenal, penundaan pembongkaran jembatan tidak akan mempengaruhi waktu pekerjaan sebab pekerjaan lainnya masih tetap berjalan. 

"Hanya ditunda pembongkaran jembatan atau bangunan yang diduga cagar budaya, pekerjaan lainnya tetap berjalan. Apalagi pihak kontraktor menyebut bahwa penundaan tidak akan mengganggu pekerjaan karena ada plan A dan plan B," ungkapnya.

Di sisi lain, Zenal menambahkan bahwa progres pembangunan jembatan Otista sampai saat ini sudah masuk deviasi positif sebesar 1,06 persen. 

"Secara umum tentunya kami juga mendukung pembangunan jembatan Otista untuk mengurai kemacetan, disamping itu kita juga harus melihat dampak di sekitar dan progres jembatan ini yang konon masuk cagar budaya. Jadi jembatan yang diduga cagar budaya sementara waktu ditunda pembongkarannya sampai ada kajian lebih lanjut," jelasnya.

Komisi III meminta Pemkot Bogor bisa mengkaji ulang soal dugaan jembatan Otista masuk cagar budaya atau tidak sehingga ada kepastian. "Sebelumnya ini sudah masuk perwali, tetapi belum ditetapkan menjadi cagar budaya sehingga nanti kami memanggil instansi terkait untuk memastikan hal itu," tegasnya.

Sementara itu, Manager Proyek, Berry Ciptadi mengaku adanya permintaan penundaan pembongkaran jembatan lantaran diduga cagar budaya, tidak akan mempengaruhi atau menghambat waktu pengerjaan yang sudah ditetapkan.

"Tidak akan menunda atau memperlambat pekerjaan karena itu sudah bagian dari metode yang kita laksanakan kedepannya. Di minggu kelima ini, progres pekerjaan sudah mencapai 2,01 persen dengan rencana 1,09 persen sehingga ada deviasi positif diangka 1 persenan. Target 1 persen ini lebih ke pembongkaran. Sekarang sudah dilakukan pembongkaran aspal, plat jembatan dan galian tanah, belum termasuk jembatan sampai terputus," katanya.