KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Warga Desa Tegalwangi, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, hingga kini masih mempertahankan tradisi pertanian leluhur, mulai dari ritual panen (mipit), pelestarian varietas padi lokal jenis Chere, hingga keberadaan lumbung padi atau leuit yang tersebar di delapan RW.

Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Tegalwangi, Aceng Fikri menyebutkan, masyarakat secara individu masih menyimpan ratusan leuit di sekitar permukiman mereka.

“Dulu kita pernah ada pendataan, kurang lebih di Tegalwangi masih ada 300 lebih leuit,” ungkap Aceng Fikri kepada wartawan, seperti dikutip pada Jumat (16/05/2025).

Varietas padi Chere menjadi salah satu jenis padi unggulan yang masih dibudidayakan oleh warga. 

Baca Juga: Replika Pendopo Kawedanaan Jasinga Dibangun Tanpa APBD, Hidupkan Kembali Semangat dan Identitas Budaya Sunda

Aceng menyebutkan, terdapat dua jenis Chere yang ditanam, yakni Chere merah dan Chere putih, dengan dominasi Chere putih di kalangan petani.

“Chere itu ada dua jenis, Chere merah dan Chere biasa (putih), tapi kebanyakan yang ditanam Chere biasa,” terangnya.

Panen raya dilakukan dua kali dalam setahun, dan sebelum memanen, warga masih menjalankan prosesi adat mipit sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi.

“Masih ada, kalau kita bahasanya mipit, itu sebelum ambil padi ada ritual khusus bagi yang bisa,” ucapnya.

Baca Juga: Rudy Susmanto Tinjau Kondisi SDN Kalong Sawah 01 Pasca Kebakaran, Pembangunan Kembali Sekolah Jadi Prioritas

Namun, di tengah semangat pelestarian budaya, masyarakat menghadapi tantangan dalam hal pengairan. 

Selain itu lanjutnya, pertanian di desa ini masih bergantung sepenuhnya pada tadah hujan karena tidak adanya saluran irigasi yang memadai.

“Tidak memiliki irigasi, melainkan tadah hujan. Jangkauan terlalu jauh dari mata air, sungai Cibeureum,” jelasnya.

Menurut catatan sejarah dalam Kamus Sunda-Inggris karya Jonathan Rigg tahun 1862, wilayah Jasinga sejak lama dikenal memiliki beragam varietas padi lokal, termasuk Chere Bogor, Angsana, Gadog, Taropong, hingga Gimbal.