KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Kabar mengejutkan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor. Dede Chandra Sasmita menyatakan mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua I KONI Kabupaten Bogor masa bhakti 2023-2027.

Pria yang akrab disapa Dechan ini mengaku, keputusan tersebut sebagai wujud rasa tanggung jawab untuk KONI lebih baik ke depan.

"Surat pernyataan ini saya pastikan tidak terkait personal, apalagi suka atau tidak suka kepada individu," ungkap Dechan dalam keterangan resminya kepada ceklissatu.com, Senin (17/02/2025).

Dechan mengatakan, ia sebagai Wakil Ketua I KONI dengan salah satu kewenangannya adalah bagian keorganisasian, pandangan serta evaluasi terhadap fakta berbagai kegiatan cabang olahraga.

Baca Juga: Mahasiswi Unida Bogor Raih Gelar Best Social Media se-Jawa Barat

Di antaranya berupa rapat kerja, musyawarah cabang, penunjukan caretaker atau kegiatan cabor lainnya berdasarkan AD/ART menjadi tugas kerja bidang keorganisasian.

"Seringkali tidak diberikan kewenangan ke bagian organisasi dan atau tidak melibatkan, bahkan dikoordinasipun tidak," beber Dechan.

Hal itu menjadikan sebuah pertanyaan bagi Dechan. apakah masih diperlukan bidang keorganisasian alam truktural KONI. Padahal lanjut Dechan, apa yang harus dilakukannya di bidang keorganisasian merupakan manah AD/ART KONI.

"Selama ini saya diam dan tidak melakukan komplain, karena ingin mengedepankan kebersamaan," ucap Dechan.

Baca Juga: Ide Koalisi Permanen Prabowo, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara: Bagus Supaya Pembangunan Berkelanjutan

Selain itu kata Dechan, dibeberapa dinamika tersebut Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor tidak melakukan koreksi, bahkan nyaris membiarkan.

Maka itu, Dechan berasumsi beberapa dialektika tersebut diketahui dan bahkan direkomendasi. Walaupun dibeberapa dialektika lain, ketua umum dinilai tidak mengetahui.

"Ini pernah saya sampaikan langsung via WhatsApp kepada Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor. Namun, hingga saat ini tidak ada kecenderungan upaya untuk melakukan koreksi," terang Dechan.

"Sementara tugas dan kewenangan kami di keorganisasian harus kami pertanggungjawabkan di kemudian hari. Selanjutnya apa yang harus kami pertanggungjawabkan ketika kewenangan tidak diberikan?," tambah Dechan.

Baca Juga: Sekelompok Perampok Sekap Dua Penjaga SLB Negeri 1 Kota Bogor, Satu Korban Dibacok

Dechan juga menyampaikan bahwa untuk mencapai target Bogor Kahiji di Porprov 2026 haruslah menjadi tugas dan kewajiban semua untuk mewujudkannya dengan meraih medali emas sebanyak-banyaknya.

Tentunya melalui kalkulasi yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan oleh semua pemangku kebijakan di KONI, tentunya juga bersama para cabor.

"Faktanya selama ini kewenangan menentukan target Raihan emas di cabor hanya menjadi kewenangan ketua umum dan Waka II. Saya selaku Waka I mempertanyakan porsi tanggung jawab bersamanya di mana?," kata Dechan.

"Tidak ada ruang sedikit pun Waka I diberikan informasi tentang peluang atau jumlah target medali di setiap cabor," tambahnya.

Baca Juga: Diduga Panik, Sepeda Motor yang Ditumpangi Ibu dan Anak Terjun ke Jurang di Jalan Raya Cilebut

Meski begitu, Dechan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus KONI dan para ketua Cabor atas dialektika selama ini, khususnya kepada bidang organisasi yang senantiasa kolektif bekerja, dan kolegial berorganisasi.