Kemudian, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan kelancaran pembangunan. 

Irjen Karyoto menyampaikan bahwa pembangunan hanya dapat berjalan optimal dalam situasi yang aman dan tertib. 

“Kita bersepakat bahwa dalam membangun, perlu adanya keamanan dan ketertiban. Dan bersyukur, sekarang Pak Gubernur dan jajarannya bukan hanya menjadi objek, tapi juga sekaligus menjadi subjek dalam upaya ini,” ujarnya.

Baca Juga: Kunjungi Warga Citeko Puncak Terdampak Banjir, Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Serahkan Bantuan

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan bukan hanya soal kehadiran aparat, tetapi juga tentang membangun komunikasi dan kolaborasi yang kuat. Ia menekankan pentingnya kesigapan dan respons cepat terhadap situasi darurat. 

“Kerja sama bukan sekadar seremoni. Saat ada kondisi darurat, jangan sampai datang setelah keadaan memburuk. Ini soal menjiwai arti koordinasi dan kolaborasi,” tegasnya.

Kapolda juga menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan pilar utama penjaga stabilitas negara, sementara pelaku pembangunan adalah pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami berharap kepala daerah dan jajaran di bawahnya bisa terus bersinergi dengan aparat keamanan dalam semangat tanpa batas waktu. Kapan pun dan di mana pun,” tambahnya.

Baca Juga: Cek Command Center, Bupati Bogor Rudy Susmanto: Data Digital Desa akan Terintegrasi dengan Pemda

Senada, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan dukungan penuh terhadap kerja sama strategis yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat dalam memberantas aksi premanisme di wilayah Jawa Barat.