Dalam kegiatan doa bersama akhir tahun ini, sedikitnya 40 Ketua DKM Masjid Raya dari 40 kecamatan, pengurus masjid besar, pimpinan pondok pesantren sekitar Pakansari, ulama, tokoh pemuda, hingga budayawan turut diundang. Jumlah undangan diperkirakan mencapai 2.000 orang, namun Bupati menegaskan kehadiran tidak dibatasi.

“Seberapa banyak pun yang hadir, masyarakat Bogor kami persilakan. Walaupun halaman belum sepenuhnya rampung, tempat ibadah harus mulai digunakan secepat-cepatnya,” tegasnya.

Lebih dari sekadar doa bersama, kegiatan ini juga dimaknai sebagai upaya memperkuat nilai toleransi antarumat beragama. Di saat umat Nasrani merayakan Hari Raya Natal, umat Muslim tetap dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan semangat saling menghormati.

Baca Juga: Pemkab Bogor Imbau Tak Ada Pesta Kembang Api, Satpol PP Tegaskan Tanpa Penertiban

“Ini bukan hajat pemerintah, melainkan hajat kita bersama. Rumah kita bersama,” kata Rudy Susmanto.
Sementara itu, Ketua Panitia Doa Bersama Akhir Tahun 2025, Tedi Kurniawan, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai sejak pagi hari dengan salat Subuh berjamaah, dilanjutkan aksi bersih-bersih kawasan Masjid Raya Nurul Wathon Pakansari.

“Kegiatan bersih-bersih ini sebagai simbol bahwa masjid ini adalah rumah bersama yang harus dijaga dan dirawat secara gotong royong,” ungkap Tedi.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan salat Jumat berjamaah yang diikuti Bupati Bogor, Forkopimda, kepala SKPD, para ASN, serta masyarakat umum di Masjid Raya Nurul Wathon Pakansari.