KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Politikus PSI, Ronald A Sinaga atau akrab disapa Bro Ron menyebutkan bahwa timnya menemukan sejumlah sekolah yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP).
Dana tersebut diperuntukkan bagi siswa kurang mampu, dengan tujuan memberikan bantuan berupa uang tunai, memperluas akses Pendidikan, serta meningkatkan kesempatan belajar yang disediakan pemerintah.
Bro Ron mengungkapkan cara atau modus yang digunakan oleh sejumlah sekolah nakal dalam menyalahgunakan dana PIP bagi siswa kurang mampu itu.
Bro Ron mengatakan, pihak sekolah tidak memberitahukan kepada siswa yang terdaftar sebagai penerima dana PIP serta tidak mengungkapkan aliran dana yang masuk ke rekening bank milik siswa tersebut.
Baca Juga: Kasus Dugaan Penyimpangan Dana PIP di Parungpanjang Bogor Terus Bergulir, Kadisdik Tegaskan Ini
"Siswa gak pernah tahu terdaftar sebagai penerima PIP, terus uangnya kemana kalau rekeningnya turun. Kan penerima itu kalau aktivasi dapat buku tabungan dan ATM, secara default ATM itu pinnya 123456 di BNI dan BRI," ungkap Bro Ron usai mengikuti diskusi di Sekretariat Nasional LS Visi Nusantara (Vinus).
Ia menambahkan bahwa, berdasarkan laporan yang diterima timnya, sekolah-sekolah yang tidak tanggung jawab diduga sering kali mengintimidasi siswa penerima PIP agar memberikan PIN ATM mereka.
"Kalau diancam kamu gak kasih ATM nya kita gak daftarin lagi, itu laporan yang sering kami dapat, atau sekedar bayar jasa operator Rp50 ribu tidak akan didaftarkan lagi. Itu jahat, ternyata Tendik kita karakternya seperti itu," ucap Bro Ron.
Bro Ron menekankan bahwa sosialisasi mengenai dana PIP perlu diperhatikan lebih serius. Ia juga menambahkan bahwa siswa yang terdaftar sebagai penerima PKH secara otomatis memperoleh dana PIP.
Baca Juga: Resah Jadi Tempat Maksiat, Polresta Bogor Kota Razia Penginapan, Amankan 1 Mucikari
"Padahal kalau ortunya terdaftar di Dinsos sebagai penerima PKG itu, kalau ada anak sekolah di bawah umur otomatis dapat PIP tanpa perlu di daftar otomatis mungkin memang sosialisasi kebawahnya yang harus dibenhi lagi," tutup Bro Ron. (Dziharul Islam Nusantara)
Comment