BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Kota Bandung kembali berada dalam status darurat sampah menyusul pengetatan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti sejak Oktober 2025.

Tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah titik, bahkan menggunung di beberapa lokasi.

Wali Kota Bandung, Muhamad Farhan, menyebut Kota Kembang kini masuk dalam status darurat sampah skema nasional.

Baca Juga: Atasi Darurat Sampah, Pemkot Bandung Genjot Penggunaan Insinerator Ramah Lingkungan

Menurut Farhan, perubahan sistem pengangkutan dari ritase menjadi tonase menjadi salah satu penyebab utama penumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS).

Sistem baru itu membuat proses pengangkutan melambat, karena armada harus menunggu kuota tonase mingguan untuk dibuang ke TPA Sarimukti.

"Biasanya pengangkutan sampah di akhir pekan dilakukan pada Sabtu malam agar tidak terjadi penumpukan pada Minggu atau Senin. Namun karena ada aturan baru, prosesnya jadi tertunda dan menimbulkan penumpukan,” kata Farhan, Kamis (13/11/2025).

Baca Juga: Puncak Darurat Sampah, Pengurus Lingkungan Diminta untuk Kooperatif Bayar Iuran ke DLH

Farhan menegaskan, saat ini Kota Bandung resmi masuk dalam skema darurat sampah nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung dituntut untuk segera mengambil langkah yang benar-benar solutif dalam menangani persoalan darurat sampah.

"Saat ini Pemkot Bandung memastikan kuota sampah sebanyak 941 ton tengah dalam proses pembuangan," kata Farhan.

Baca Juga: Masa Darurat Sampah Diperpanjang, Ema: Pengelolaan Sampah dengan Sistem Cluster

Selain itu, lanjutnya, pembangunan berbagai fasilitas pengolah sampah di TPS juga terus dipercepat, mulai dari alat pengolah sampah organik hingga alat pemusnah berbasis teknologi panas (thermal).

"Kami berharap dengan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan dan optimalisasi sistem pengangkutan, permasalahan tumpukan sampah di Kota Bandung dapat segera teratasi,” kata Farhan.

Pemerintah Kota Bandung juga mengimbau warga untuk lebih aktif memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya, agar krisis sampah yang kini melanda ibu kota Jawa Barat itu tidak semakin parah.