JAKARTA, CEKLISSATU - Stroke ringan, atau dikenal sebagai transient ischemic attack (TIA), merupakan kondisi medis serius yang terjadi akibat gangguan sementara aliran darah ke otak. 

Meskipun gejalanya hanya berlangsung singkat, biasanya beberapa menit hingga kurang dari 24 jam, stroke ringan tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi peringatan awal akan risiko stroke yang lebih parah di kemudian hari. 

Gejala umumnya meliputi kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, kesulitan bicara, kebingungan, gangguan penglihatan, atau kehilangan keseimbangan. 

Baca Juga: 1 Dari 3 Orang  Derita Hipertensi, Konsumsi Buah Ini untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi  

Pertolongan pertama pada gejala stroke ringan penting dilakukan guna mencegah kondisi makin memburuk. 

Dengan mengetahui langkah-langkahnya, penderita dapat segera tertangani dan risiko terjadinya komplikasi dapat berkurang.

Meski gejala terjadi sementara, penderita stroke ringan berisiko mengalami stroke berulang atau kerusakan otak secara permanen jika penanganannya kurang tepat. Berbagai langkah pertolongan pertama pada gejala stroke ringan bisa dilakukan guna meminimalkan risiko terjadinya komplikasi.

Baca Juga: Rutin Konsumsi Buah Ini  agar Pasien Stroke Cepat Sembuh  

Untuk mencegah stroke jadi memburuk, ada beberapa langkah pertolongan pertama pada gejala stroke ringan yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Kenali kondisi penderita dengan metode FAST

Langkah pertolongan pertama pada gejala stroke ringan adalah dengan mengenali gejala dan kondisi penderita berdasarkan metode FAST. Metode ini meliputi beberapa indikator, seperti:

- Face, wajah tampak tidak normal, seperti turun sebelah atau tidak simetris
- Arms, lengan lemah atau mengalami mati rasa
- Speech, bicara cadel atau bahkan tidak bisa berbicara
- Time, segera hubungi petugas medis agar mendapatkan penanganan yang tepat

Selain mengenali kondisi penderita melalui metode FAST, stroke ringan juga bisa dilihat dari gejala lain, seperti sakit kepala hebat, mual dan muntah, sulit menelan, dan hilangnya keseimbangan tubuh.

Baca Juga: Studi: Minum Secangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Stroke

2. Baringkan penderita stroke ringan dengan posisi kepala lebih tinggi

Setelah mengenali kondisi penderita dengan metode FAST, baringkan ia dalam posisi telentang dengan kepala lebih tinggi daripada tubuh. Untuk melakukannya, Anda cukup menaruh 2–3 bantal di bawah kepala.

Pertolongan pertama pada gejala stroke ringan ini bertujuan untuk melancarkan aliran darah dan mengurangi tekanan berlebih di otak. Dengan begitu, gejala stroke ringan bisa cepat mereda.

Selain itu, posisi ini juga dapat membuat penderita stroke ringan jadi lebih nyaman dan tidak rentan tersedak saat mengalami mual dan muntah.

Baca Juga: Gula Darah Tinggi? Ini Ide Menu Sarapan Sehat Turunkan Kadar Kolesterol

3. Longgarkan pakaian penderita stroke ringan

Saat mengalami stroke ringan, penderita mungkin bisa mengalami kesulitan bernapas. Oleh karena itu, pertolongan pertama pada gejala stroke ringan yang bisa dilakukan adalah dengan membuka kancing pakaian serta melonggarkan ikat pinggang atau celana yang dikenakan.

Setelah itu, ajak penderita untuk menarik napas dalam-dalam secara perlahan dan mengembuskannya pula dengan pelan-pelan. Cara ini dapat membantu penderita stroke ringan bernapas normal kembali.

4. Panggil ambulans atau segera bawa ke rumah sakit terdekat

Baca Juga: Selain Diet, Buah Ini Jinakkan Darah Tinggi dan Diabetes

Setelah melakukan berbagai pertolongan pertama pada gejala stroke ringan di atas, segera hubungi bantuan medis atau bawa ke rumah sakit terdekat. 

Pertolongan harus dilakukan secepat mungkin. Makin cepat penderita tiba di rumah sakit, makin berkurang komplikasi yang mungkin terjadi.

Segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami gejala stroke ringan yang telah disebutkan di atas atau memiliki kondisi yang bisa memicu stroke ringan, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.