MAKASSAR, CEKLISSATU - Anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar, Brigadir A menodongkan pistolnya ke salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri, Kabupaten Gowa.

Akibat aksi koboinya itu, Brigadir A telah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Propam dan segera menjalani sidang disiplin untuk penentuan sanksi yang bakal dijatuhkan.

Baca Juga : MUI Makassar Dukung Polisi Tembak Pelaku Teror Busur Panah

"Sudah diperiksa oknum tersebut dan senjatanya sudah ditarik," ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Komang Suartana, Senin 28 November 2022.

Diketahui, seorang anggota polisi (Brigadir A) datang mengamuk ke Pondok Pesantren Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri, Kabupaten Gowa. Bahkan, Brigadir A menodongkan pistol ke santri.

Karena dalam kondisi emosi, Brigadir A lalu mendatangi Ponpes. Saat datang di Ponpes terdapat sejumlah santri.

Brigadir A datang datang marah-marah karena merasa rumahnya dilempari.

"Letak Ponpes dan rumahnya berdekatan. Dia salah sangka dan mengira rumahnya dilempari oleh santri," tutur penasihat hukum santri, Lisa Wira Ilhami.

Saat itu pula, pengurus ponpes coba menenangkan Brigadir A dan mengajaknya untuk melihat CCTV untuk mengetahui siapa pelaku pelemparan. 

Meski demikian, Brigadir A sempat menolak melihat CCTV dan yakin pelaku pelemparan rumahnya adalah santri.

"Dibukakan CCTV itu dan ternyata memang bukan santri yang melempar rumahnya," ungkap Lisa.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS