KOTA BOGOR, CEKLISSATU– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayani, menegaskan pentingnya asupan gizi dalam upaya mengatasi tantangan pertumbuhan penduduk di kawasan padat. Hal ini disampaikannya terkait peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.
"Pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi, terutama di pemukiman padat, membuat kita harus memikirkan kecukupan gizi mereka. Program MBG merupakan langkah yang sangat strategis dan perlu didukung penuh karena masa depan bangsa ada di tangan generasi muda ini," ujar Dadan, Senin (20/01/2024)
Dadan menjelaskan bahwa data awal yang dihimpun BGN mencatat 234 balita di bawah lima tahun yang menjadi sasaran utama. Selain itu, terdapat 14 ibu hamil dan 80 ibu menyusui yang gizi mereka harus dipastikan terpenuhi.
Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Program MBG untuk Cegah Stunting di Kalangan Ibu Hamil dan Balita
"Presiden telah memikirkan pentingnya gizi sejak masa kandungan. Ketika seorang ibu menyusui, nutrisi yang dikonsumsi oleh anak sepenuhnya bergantung pada asupan ibunya. Oleh karena itu, kualitas gizi ibu harus optimal," tegasnya.
Dalam implementasinya, BGN akan bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kementerian BKKBN untuk memastikan distribusi makanan bergizi langsung ke rumah tangga sasaran. Pemantauan dan evaluasi akan dilakukan melalui posyandu di setiap wilayah.
"Kami harus memastikan bahwa kualitas gizi tercapai dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya soal memberikan makanan bergizi, tetapi juga mencakup edukasi gizi bagi keluarga penerima manfaat," tambah Dadan.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Sebabkan Omzet Kantin Sekolah Turun, BGN: Siap Rangkul Jadi Mitra
BGN berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat menciptakan dampak positif dalam mengatasi masalah stunting secara sistematis dan terpadu, sehingga generasi penerus Indonesia tumbuh sehat dan produktif.
(Febrian Batara Aditya Rahman)
Comment