CIANJUR, CEKLISSATU - Yuniarti, gadis berusia 20 tahun yang tertimbun reruntuhan bangunan rumah akibat gempa di di Kampung Baru Kaso, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, berhasil di evakuasi.
Jasad anak ketiga dari pasangan Dede (45) dan Ai Suhada (49) ini, ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB pada Rabu, 23 November 2022, kemudian dibaw ake RSUD Cimacan hingga. Setelah itu, jenazah langsung dimakamkan tak jauh dari rumahnya pukul 13.20 WIB.
Usai evakuasi, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cugenang, Asep Arya mengatakan bahwa jasad Yuniarti berhasil dievakuasi setelah tertimbun reruntuhan bangunan selama tiga hari.
"Banyak kendala untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan, sehingga baru bisa berhasil hari ini," ucap pria yang akrab disapa Ari ini.
Menurut Ari, sebelumnya tim relawan sulit mendeteksi titik lokasi korban mengingat tidak ada keluarganya yang mengetahui keberadaan Yuliarti pada saat bangunan itu runtuh.
Baca Juga : Waduh, Kepulauan Widi Maluku Utara Akan DiLelang di Situs Asing
"Kami juga harus membongkar beton lantai satu yang sudah menyatu dengan lantai bawah. Jadi deteksinya langsung aja bongkar secara acak," ujarnya.
Hasil sementara evakuasi, lanjut Ari, total ada lima warga Kampung Baru Kaso yang meninggal dunia akibat tertimbun material bangunan, sedangkan 100 orang lebih mengalami luka-luka.
"Untuk rumah ada 152 unit yang mengalami rusak parah hingga ringan. Namun yang rusak ringan pun sudah tidak layak untuk dihuni," ungkapnya.
Saat ini seluruh warga yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango ini memilih mengungsi baik secara mandiri maupun di tenda yang dibangun relawan.
Comment