Bagi Dedie, itu adalah ide kreatifitas, inovasi yang menarik dari anak-anak yang bisa juga kalau dikemas dengan baik, packagingnya bagus, mereknya bagus bisa jadi nilai ekonomis.
Bagi Dedie, inovasi yang digagas oleh siswa siswi termasuk pelajar dan umum ini bisa diselarasakan dengan persoalan yang ada di Kota Bogor. Misalnya ada juga kriteria-kriteria khusus terkait langsung seperti permasalahan persampahan, perparkiran hingga kemacetan.
Ide dan inovasi serta gagasan-gagasan itu kita coba juga dijadikan sebagai bagian dari kegiatan dan program Kota Bogor.
Baca Juga: Ini Tujuan Bapperida Kota Bogpr Gelar Ajang Bogor Innovation Award
“Sebagai sebuah langkah pemikiran dari warganya untuk kebaikan Kota Bogor. Jadi paling tidak dengan adanya korelasi ini masyarakat yang punya gagasan teruji dengan implementasi yang belum atau masih ada,” harapnya.
Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor Rudy Mashudi menambahkan BIA kali ini merupakan tahun ke enam. Kita berharap pemerintah memfasilitasi inovasi dan kreativitas dari masyarakat.
“Tahun ini kategorinya ada SMP, SMA, perguruan tinggi, masyarakat dan ASN. Dengan total peserta 290. Jumlah terbatas lebih meningkat dari tahun lalu yang hanya 204 peserta,” beber Rudy.
Ia menambahkan, semua kategori sama. “Besok (Jumat, 26/9) akan diumumkan siapa pemenangnya. Dengan total hadiah pemenang pertama Rp10 juta, Rp 7,5 juta,” tandasnya.
Comment